Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imbas COVID-19 ke Perdagangan Berjangka Komoditas Diklaim Rendah

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan data perdagangan menunjukkan positif dan terus mengalami pertumbuhan.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  10:28 WIB
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang (kiri). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang (kiri). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Merebaknya pandemi virus corona baru (COVID-19) diklaim tak akan banyak berpengaruh ke aktivitas perdagangan berjangka komoditas di Tanah Air. Target pertumbuhan transaksi 15 persen selama 2020 pun tidak akan diubah.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan data perdagangan menunjukkan positif dan terus mengalami pertumbuhan.

“Dengan peran serta semua stakeholder, kami masih optimis, pertumbuhan di perdagangan berjangka komoditi di tahun 2020 bisa tumbuh lebih dari 15 persen dibandingkan pada 2019,” katanya dalam rilis, Rabu (18/3/2020).

Fajar menambahkan, pada tahun ini selain trasaksi perdagangan berjangka komoditas, sektor pasar fisik juga diproyeksikan tumbuh. Menurutnya, masuknya komoditas timah batangan di pasar fisik, diperkirakan juga akan menggairahkan perdagangan di bursa komoditas.

Data volume transaksi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang didaftarkan di Kliring Berjangka Indonesia, dalam 2 bulan pertama 2020, rata-rata transaksi harian mencapai 40.286,4 lot. Transaksi tersebut meliputi komoditas lewat sistem sistem perdagangan alternatif (SPA) 69,41 persen, index 8,05 persen, currrency 7,42 persen, primer 15,01 persen dan single stock 0,03 persen. Dari sektor pasar fisik, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan volume transaksi 2.939 lot.

Sementara itu, sepanjang 2019 menunjukkan rata-rata transaksi harian mencapai 30.552 lot. Transaksi itu meliputi komoditas sistem perdagangan alternatif (SPA) sebesar 63,80 persen, index 7,83 persen, currrency 9,63 persen, primer 18,41 persen, dan single stock 0,32 persen.

Dari sektor pasar fisik komoditas, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan volume transaksi 5.436 lot. Sedangkan untuk gula kristal rafinasi, volume transaksi selama 2019 mencapai 19.429 lot.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan masih optimistis walaupun COVID-19 menambah ketidakpastian dalam investasi dan perdagangan. Akibatnya harga komoditas bergejolak semakin lebar.

“Ada yang turun tajam, ada yang naik tajam. Hal ini membuka peluang buat hedger dan spekulator untuk memanfaatkan produk-produk berjangka kami. Ini bisa dilihat dalam volume rata-rata harian selama 2 bulan pertama yang sangat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dan kami masih yakin, tahun 2020 akan ada pertumbuhan sebesar 15 persen dibandingkan 2019.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbj pt kliring berjangka indonesia
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top