Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 17 Maret: IHSG Kembali Alami Trading Halt, Rupiah Masih Tak Berdaya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam bahkan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  21:56 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret layar monitor yang menampilkan pergerakan perdagangan harga saham di lantai PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dalam perdagangan saham sesi, Kamis (12/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,01 persen ke level 4.895,748 pada pukul 15:33 WIB. Secara otomatis, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pun mengalami suspensi. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam bahkan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) di bursa setelah IHSG anjlok 5 persen pada pukul 15.02 WIB.

Sementara itu, nilai tukar rupiah tak berdaya dan menembus level Rp15.000 per dolar AS, sekaligus menyentuh level terendah sejak November 2018.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Selasa (17/3/2020):

 

IHSG Anjlok Lagi, Ditutup di Level Terendah Sejak Januari 2016

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) di bursa setelah IHSG anjlok 5 persen pada pukul 15.02 WIB.

Pada akhir perdagangan Senin (16/3/2020) ditutup melemah 4,42 persen atau 216,91 poin ke level 4.690,57.

Seluruh 9 sektor pada indeks berakhir di wilayah negatif, sengan sektor industri dasar mencatat pelemahan terbesar hingga 5,90 persen, disusul oleh sektor infrastruktur yang melemah 5,87 persen.

Dari 686 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 67 saham di antaranya menguat, 357 saham melemah, dan 262 saham stagnan.

 

Nilai Tukar Rupiah Anjlok, BI Tak Berdaya Lawan Sentimen Negatif Virus Corona

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 1,05 persen atau 155 poin ke level Rp14.933 pada akhir perdagangan kemarin, Senin (16/3/2020).

Pukul 14.40 WIB, rupiah melemah 193 poin atau 1,26 persen ke level Rp15.125 per dolar AS. Ini merupakan capaian terendah sejak November 2018. Rupiah dan mata uang Asia lainnya cenderung tak berdaya menghadapi sentimen negatif karena kekagetan pasar akibat pemangkasan suku bunga Federal reserve secara tiba-tiba.

Menanggapi hal itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan pelemahan rupiah sebabkan meningkatnya kekhawatiran investor global akibat ketidakpastian wabah pandemik virus Corona (Covid-19).

 

Bursa Asia Masih Fluktuatif

Bursa Asia fluktuatif pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2020) setelah bursa Wall Street anjlok paling dalam sejak tahun 1987 pada perdagangan sebelumnya.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,98 persen atau 5,38 poin ke level 544,78 pada pukul 15.29 WIB. Sementara itu, ijndeks Topix dan Nikkei 225 ditutup menguat masing-masing 2,6 persen dan 0,06 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,34 persen dan 0,49 persen, sedangkan indeks Hang Seng terpantau menguat 0,61 persen pada pukul 15.32 WIB.

 

Awal Perdagangan Sempat Melonjak 3,7 Persen, Indeks Stoxx Berbalik Melemah

Bursa saham Eropa bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2020) setelah gagal mempertahankan penguatan di awal perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 terpantau melemah 0,99 persen atau 2,81 poin ke level 281,82 pada pukul 17.37 WIB, meskipun sempat dibuka menguat 0,89 persen dan melonjak hingga 3,71 persen di awal perdagangan.

 

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Pukul 18.14 WIB, harga emas di pasr spot turun 43 poin ke level 1.740 per troy ounce. Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 juga turun 13,5 poin ke posisi US$1.473 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Selasa (17/3/2020) bergerak melemah daripada perdagangan sebelumnya Senin (16/3/2020). Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam dibanderol harga Rp801.000 per gram, turun Rp18.000 per gram dari perdagangan sebelumnya di level Rp819.000 per gram.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top