Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fed Pangkas Bunga, Lelang SUN Belum Tentu Banjir Peminat

Lelang Surat Utang Negara yang akan digelar besok, Selasa (16/2/2020) diperkirakan tidak akan mendulang penawaran setinggi sebelumnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  11:58 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Sentral AS ,The Fed, kemungkinan tidak akan terlalu mempengaruhi hasil lelang SUN pada Selasa (17/3/2020).

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan, kebijakan penurunan suku bunga merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan bank sentral untuk menenangkan pasar di tengah kondisi yang tidak pasti seperti saat ini.

Meski demikian, dia menilai tingkat kehati-hatian investor berada di titik tertinggi karena penyebaran virus corona membuat kondisi serba tidak pasti. Terlebih, virus ini juga sudah menyebar ke Indonesia.

“Investor yang kemarin melakukan aksi profit taking juga masih akan pikir-pikir lagi untuk kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia. Ketidakpastian yang tinggi ini mengakibatkan tekanan jual yang juga ikut naik,” jelasnya pada Senin (16/3/2020).

Ketidakpastian ini juga diperkirakan akan mengurangi minat investor terhadap SUN Indonesia pada lelang esok. Ramdhan menuturkan, kondisi pasar obligasi Indonesia saat ini masih cukup tertekan yang berdampak pada penurunan likuiditas pasar.

Selain itu, kondisi pasar saat ini cenderung wait and see yang membuat turnover jual-beli obligasi cukup melebar. Bila kondisi tersebut berlanjut, volume penawaran pada lelang juga akan ikut terdampak secara negatif.

“Dalam kondisi seperti ini, jumlah penawaran yang mencapai Rp40 triliun sudah menjadi catatan yang bagus untuk lelang SUN kita,” tambahnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ramdhan juga memperkirakan obligasi dengan tenor pendek akan banjir peminat. Pasalnya, surat utang dengan tenor pendek memiliki volatilitas yang lebih rendah bila dibandingkan dengan tenor panjang pada kondisi saat ini.

“SUN tenor menengah 5 tahun juga diprediksi memiliki banyak peminat karena tingkat risikonya juga masih manageable,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), bergerak cepat untuk menyelamatkan perekonomian AS dari kejatuhan akibat wabah virus corona. Bank Sentral AS kembali memangkas suku bunga acuannya hingga mendekati 0 persen dan meningkatkan kepemilikan obligasi.

The Fed memangkas Fed Fund Rate sebesar 1 persen menjadi kisaran  0 - 0,25 persen, level terendah sejak Desember 2015. Selain itu, The Fed akan meningkatkan kepemilikan obligasi sebanyak US$700 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Kebijakan The Fed Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top