Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mitra Keluarga (MIKA) dan PP Properti (PPRO) Siap Buyback Saham

Emiten layanan kesehatan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) bakal melanjutkan aksi buy back yang sempat tertunda sejak Juli 2019.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  03:25 WIB
Presiden Director PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat (kiri) memberikan penjelasan kepada Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (4/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Presiden Director PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat (kiri) memberikan penjelasan kepada Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (4/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan lampu hijau emiten melakukan aksi buy back tanpa RUPS untuk mengerem penurunan harga saham. Emiten pun menyambut baik kebijakan tersebut.

Emiten layanan kesehatan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) bakal melanjutkan aksi buy back yang sempat tertunda sejak Juli 2019. MIKA memiliki tenggat waktu sampai dengan akhir Desember 2020 untuk melakukan buy back.

Investor Relation Mitra Keluarga Aditya Wijaya mengatakan perseroan tengah memantau kelanjutan program buy back seiring penurunan pasar modal belakangan ini.

“Periode buy back masih berjalan, sejauh ini kami masih memantau kondisi market yang ada sambil menunggu arahan dari manajemen,” katanya kepada Bisnis.com pada Selasa (10/3/2020).

MIKA masih memiliki anggaran dana sebanyak Rp841,93 miliar dengan sisa target pembelian mencapai 428,95 juta saham. Berdasarkan laporan perseroan, MIKA membeli saham selama Juli 2019 dengan rata-rata harga Rp1.937.

Perseroan telah menghabiskan dana sebesar Rp841,92 juta dengan membeli 434.600 saham. Adapun pada penutupan (10/3), MIKA diperdagangkan pada level Rp2.150 per saham terkoreksi 20 poin atau 0,93 persen. Adapun selama tahun berjalan kinerja saham perseroan sudah terkoreksi sedalam 19,48 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai menjadi yang terendah sejak 2 Agustus 2019 yang ditutup pada level Rp2.170 per saham. Sebelumnya, MIKA sempat menghentikan aktivitas pembelian kembali saham karena harga sudah melejit ke level Rp2.520 per saham.

Sementara itu, Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto mengatakan perseroan masih menunggu arahan dari BUMN terkait pembelian buy back. Pasalnya, saham PPRO sudah menghuni jajaran saham gocapan atau Rp50.

“Masih kami diskusikan dengan perusahaan induk PT PP Tbk. Induk pun saat ini masih berdiskusi dengan Kementerian BUMN jadi kami masih menunggu arahan,” katanya.

Adapun per September 2019, perseroan tercatat memiliki kas sebesar Rp499,62 miliar bila ingin melakukan pembelian kembali.

Di sisi lain, Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menuturkan kebijakan buy back memberikan resiko yang besar bagi perseroan. Pasalnya, kinerja saham berkemungkinan bisa terkoreksi.

“Mereka membeli saham yang bisa turun lagi hanya untuk menjaga valuasi perusahaan. Padahal di sisi lain, ada uang kas yang seharusnya bisa dilakukan untuk ekspansi bisnis tapi justru tertahan di saham,” katanya.

Wawan mengatakan kebijakan itu diambil untuk memberikan sinyal kepada pelaku pasar penurunan saham tidak bakal lebih dalam. Namun, belum tentu bisa mendorong kenaikan harga saham atau IHSG secara masif.

Pasalnya, perseroan tidak bakal membeli saham lebih tinggi daripada harga pembelian awal. Alhasil kenaikan hanya bisa terjadi sesaat saja.

Menurutnya, saat ini yang diperlukan untuk mendorong harga saham adalah hasil kuartal I/2020 dan pembagian deviden perseroan.

“Fungsi buy back hanya sinyal kepada pasar ada pihak yang bakal mengerem penurunan. Apakah itu menaikkan? Tidak, karena saat ini yang dibutuhkan adalah sentimen positif,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt pp properti rumah sakit mitra keluarga
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top