Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Rontok Lagi, Ini Kata OJK

OJK siap mengeluarkan kebijakan untuk menyikapi dinamika pasar saham.
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia./ Dimas Ardian - Bloomberg
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia./ Dimas Ardian - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjun ke kisaran level 5.200 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (9/3/2020).

Di sesi pertama, IHSG menutup perdagangan di level 5.266,28, turun tajam 232,26 poin atau 4,22 persen. Penurunan tersebut membuat IHSG terkoreksi 16,92 persen hingga tahun berjalan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyatakan pihaknya memantau dengan cermat dan hati-hati terkait kondisi pasar modal domestik, termasuk kondisi pasar regional dan global.

“OJK siap mengeluarkan kebijakan yang diperlukan pada saat OJK menilai bahwa perlu dilakukan kebijakan tertentu menyikapi dinamika pasar selanjutnya,” kata Hoesen melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (9/3/2020)

Selain IHSG, Bursa Asia lainnya juga tersungkur. Indeks Nikkei 255 tercatat turun -1051 poin atau -5,07 persen sedangkan Straits Time Index turun 161,77 poin atau -5.46 persen. Di China, indeks Shanghai Comporiste turun 91,22 poin atau 3,01 persen dan HSI Hang Seng Index turun 1022,69 poin atau -3,91 persen pada pukul 14.13.

Adapun pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2020), IHSG anjlok 2,48 persen atau 139,59 poin dan parker di level 5.498,54. Penurunan tersebut merupakan yang kedua kalinya pada pekan lalu setelah perdagangan hari sebelumnya.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat rontok dengan indeks Dow Jones terkoreksi 0,98 persen, S&P 500 melorot 1,71 persen, dan Nasdaq turun tajam 1,87 persen.Bursa saham Eropa juga ditutup negatif, dengan Euro Stoxx dan FTSE terjerembab masing-masing sebesar 3,91 persen dan 3,62 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper