Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Properti: Corona Belum Runtuhkan Target Kinerja 2020

Sejumlah emiten properti tetap optimis dengan target marketing sales yang dicanangkan pada tahun ini.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 06 Maret 2020  |  20:14 WIB
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Foto udara kawasan perumahan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengembang properti masih percaya diri mencapai target marketing sales yang dicanangkan pada 2020, meskipun penjualan belum bergairah akibat dampak virus corona.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan perseroan masih memasang target marketing sales sebesar Rp1,25 triliun. Meskipun demikian, dia mengakui waspada terhadap dampaknya pada pemasaran tahun ini.

"Target masih Rp1,25 triliun belum ada revisi target akibat virus corona tapi kita akan memonitor perkembangan lebih lanjut virus ini," katanya kepada Bisnis.com pada Jumat (6/3/2020).

Sekretaris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi menambahkan pemasaran properti bakal terpapar virus corona. Meskipun begitu, pihaknya masih mengeksplorasi seberapa besar pengaruhnya terhadap penjualan.

Sebagai informasi, emiten berkode saham DILD itu berencana meningkatkan laba bersih lebih dari 20 persen pada 2019.

Pasalnya, perseroan telah menjual lahan seluas 40 hektare senilai Rp460 miliar pada 2020. Lahan itu berada di kawasan Surabaya Timur dan sebidang lahan dan bangunan di kawasan Surabaya Barat.

Adapun, pada 2020 perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,5 triliun. Alokasi tersebut akan digunakan untuk membiayai kontruksi yang sedang berjalan dan pengembangan proyek baru.

Sementara itu, Direktur Pakuwon Jati Minarto Basuki mengatakan sentimen penurunan suku bunga 1,25 persen seharusnya menjadi pemantik bagi penjualan properti. Meski demikian dia tetap berharap kasus penyebaran virus corona bisa segera tertangani.

"Penurunan suku bunga tentu menjadi stimulus yang baik bagi industri properti," katanya.

Minarto menyampaikan PWON tahun ini menargetkan bisa meraup marketing sales sampai dengan Rp1,7 triliun.

Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto mengatakan perseroan masih optimistis bisa menghimpun marketing sales Rp3,8 triliun pada tahun ini. Pasalnya ada beberapa proyek yang sudah selesai pada kuartal I/2020.

"Kami belum ada revisi marketing sales dan kuartal I/2020 kami sudah ada penjualan karena beberapa tower sudah selesai pada 2019 jadi tahun ini pasti serah terima dengan konsumen dan bisa diakui penjualannya sesuai PSAK 72," katanya.

Target marketing sales itu tumbuh sekitar 26 persen dari realisasi pendapatan tahun lalu. Perseroan optimistis dapat mencapai target ini dengah sejumlah strategi diversifikasi bisnis yang diterapkan.

Salah satunya adalah menggenjot lini bisnis rumah tapak atau landed house. Lini bisnis ini diharapkan dapat berkontribusi sekitar 7 persen terhadap total marketing sales perseroan tahun ini.

Adapun, 85 persen marketing sales masih akan menandalkan lini bisnis residensial, dan sisanya dari lini bisnis hospitality berupa pendapatan berulang.

Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat mengatakan sejumlah produk rumah tapak yang akan dikeluarkan perseroan tersebar di sejumlah lokasi, yakni Rancasari di Bandung, Transyogi di Cibubur, dan Cengkareng, Jakarta Barat. Menurutnya, sejumlah lokasi cukup strategis untuk meningkatkan minat konsumen.

Head of Capital Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menuturkan virus corona akan memiliki dampak besar bagi penjualan properti. Menurutnya, publik akan enggan mengeluarkan dana karena ketakutan menjalar kemana-mana.

"Tahun ini penjualan akan sulit, terutama bagi properti dengan proyek lebih dari Rp1 miliar per unit karena permintaan datang kebanyakan dari harga di bawah itu," katanya.

Sementara ini Wawan belum merekomendasikan saham emiten-emiten dengan prospek kinerja yang cukup mentereng kepada investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti intiland pakuwon jati pt pp properti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top