Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terseret Pelemahan Global, IHSG Terdampar di Bawah Level 5.700

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (27/2/2020), seiring dengan melemahnya mayoritas indeks saham di Asia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  09:42 WIB
Pengunjung melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerkan Indeks Harga Saham Gabngan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Binsis - AbdurachmanAbdurachman
Pengunjung melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerkan Indeks Harga Saham Gabngan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Binsis - AbdurachmanAbdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada perdagangan pagi ini, Kamis (27/2/2020), seiring dengan melemahnya mayoritas indeks saham di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka turun 0,15 persen atau 8,48 poin di level 5.680,44. Pada pukul 09.15 WIB, indeks kemudian bergerak ke level 5.655,42 dengan pelemahan 33,5 poin atau 0,59 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (26/2/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.688,92 dengan koreksi tajam 1,70 persen atau 98,22 poin, penurunan hari keempat berturut-turut sejak perdagangan 21 Februari.

Sebanyak 5 dari 9 sektor terpantau bergerak negatif pada Kamis (27/2) pagi, dipimpin finansial (-1,29 persen) dan pertanian (-1,06 persen). Empat sektor lainnya bergerak positif, dipimpin  aneka industri (+0,53 persen).

Sementara itu, sebanyak 76 saham menguat, 109 saham melemah, dan 497 saham stagnan dari 682 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing melemah 4,69 persen dan 1,54 persen menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG pada pukul 09.15 WIB.

Sejalan dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 lanjut melemah 0,78 persen atau 4,04 poin ke level 511,57 pukul 09.15 WIB, setelah ditutup merosot 1,78 persen di posisi 515,61 pada perdagangan Rabu (26/2/2020).

Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing turun tajam 1,83 persen dan 1,76 persen, indeks Taiex Taiwan terkoreksi 0,44 persen, dan Kospi Korea Selatan melemah 0,79 persen.

Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melorot 0,72 persen pada pukul 09.16 WIB. Meski demikian, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing mampu naik 0,16 persen dan 0,34 persen.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahannya seiring dengan minimnya sentimen positif.

Pada akhir perdagangan Rabu (26/2), indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing terkoreksi 0,46 persen dan 0,38 persen. Namun begitu, indeks Nasdaq mampu rebound dan ditutup naik 0,17 persen.

“Mayoritas pasar US tertekan akibat naiknya kekhawatiran terhadap virus corona [Covid-19) yang masih berpotensi menyebar meskipun tingkat new added case [kasus baru] setiap harinya cukup melandai,” papar Samuel Sekuritas.

Pelemahan bursa US, lanjutnya, juga diakibatkan aksi jual (sell-off) yang terjadi pada saham Disney, Exxon Mobil, dan Chevron serta sektor energi dan real estat. Investor pun berekspektasi atas pelemahan industri akibat dampak coronavirus.

Selain itu, sentimen domestik yaitu Omnibus Law juga masih dalam proses sehingga masih belum terlihat dampaknya terhadap pasar saham. 

“Kami memperkirakan IHSG pada hari ini berlanjut melemah seiring minimnya sentimen positif yang ada serta pelemahan yang juga terjadi di pasar global,” tulisnya dalam publikasi riset harian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top