Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Volatilitas Harga Minyak Buat Prospek Kinerja AKRA Lebih Menantang

Perseroan menargetkan untuk membangun SPBU sekitar 20-30 outlet setiap tahun sehingga dalam sepuluh tahun ke depan perseroan menargetkan akan mebangun 350 outlet.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  20:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek kinerja emiten minyak PT AKR Corporindo Tbk. pada tahun ini dinilai lebih menantang seiring dengan volatilitas harga minyak global, meskipun proyeksi pertumbuhan pendapatan cukup solid.

Analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu mengatakan bahwa jika melihat perkembangan harga minyak global yang diproyeksi masih bergerak dalam tekanan, prospek kinerja perseroan menjadi lebih menantang.

Padahal, secara pertumbuhan volume penjualan perseroan pada tahun ini akan terbantu dengan kembalinya AKR Corporindo menyalurkan bbm bersubsidi yang sempat terhenti pada Mei 2019. Emiten berkode saham AKRA tersebut mendapatkan alokasi penyaluran bbm bersubsidi sebesar 234.000 kiloliter (kl).

“Jadi tambahan 234.000 kl itu bisa mendorong kinerja, tetapi tampaknya tidak bisa berharap banyak untuk kenaikan yang signifikan karena harga minyak global yang fluktuatif akibat sentimen global,” ujar Dessy saat dihubungi Bisnis, Rabu (19/2/2020).

Selain itu, Dessy menilai target pertumbuhan distribusi BBM perseroan di kisaran 10-15 persen cukup realistis ditopang penambahan jumlah distribusi BBM dan ekspansi perseroan di bisnis ritel melalui SPBU.

Perseroan menargetkan untuk membangun SPBU sekitar 20-30 outlet setiap tahun sehingga dalam sepuluh tahun ke depan perseroan menargetkan akan mebangun 350 outlet. Terbaru, perseroan baru saja resmi membuka SPBU ke-14 di Ciater Pamulang - Tangerang Selatan.

Sementara itu, Dessy melihat prospek yang lebih cerah dari lini bisnis non-core perseroan seperti kawasan industri di Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE).

“Meskipun saat ini kontribusi masih kecil terhadap total pendapatan perseroan secara keseluruhan, tetapi secara jangka panjang lebih prospektif,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menargetkan harga saham AKRA pada tahun ini di kisaran Rp4.790 per saham. Pada perdagangan Rabu (19/2/2020), saham AKRA parkir di level Rp3.040 per saham, menurun 1,94 persen.

Dia masih merekomendasikan beli pada saham AKRA melihat prospek fundamental kinerja emiten yang masih tumbuh baik bahkan ditargetkan dobel digit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akra Harga BBM
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top