Rencana Akuisisi Bikin Saham Anjlok, Ini Rekomendasi untuk ICBP

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/2/2020), saham ICBP terkoreksi 6,32 persen menjadi Rp10.750. Adapun, saham INDF turun 8,79 persen menuju Rp7.000.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  19:33 WIB
Rencana Akuisisi Bikin Saham Anjlok, Ini Rekomendasi untuk ICBP
Indomie - Ilustrasi/indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA – RHB Sekuritas merekomendasikan netral terhadap saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang mengalami gejolak akibat rencana mengakuisisi Grup Pinehill.

Analis RHB Sekuritas Michael W Setjoadi merekomendasikan netral terhadap saham ICBP dengan target harga Rp11.700.

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/2/2020), saham ICBP terkoreksi 6,32 persen menjadi Rp10.750. Adapun, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun 8,79 persen menuju Rp7.000.

“Kami baru-baru ini menghadiri panggilan konferensi ICBP tentang aksi korporasi potensial untuk 100 persen mengakuisisi Pinehill Limited. Pinehill dikenal melayani 7 negara (Saudi, Nigeria, Turki, Kenya, Maroko, Serbia, dan Mesir) dengan menggunakan merek Indomie (berdasarkan perjanjian lisensi dengan INDF),” tulisnya dalam keterangan resmi pada Rabu (12/2/2020).

Sebagai gambaran, Pinehill memiliki 59 persen kepemilikan pada anak perusahaannya, sisanya dimiliki oleh mitra lokal.

Volume penjualan Pinehill adalah 7,4 miliar paket mie per tahunnya yang melayani pasar domestik dan pasar ekspor. Total populasi yang dilayani Pinehill di pasar domestik mencapai 576 juta orang.

Jika akuisisi dilakukan, ICBP akan melayani sekitar 800 juta orang tanpa memperhitungkan pasar ekspornya.

Sementara itu, Panin Sekuritas menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,93 persen menjadi 5.899,04 pada penutupan sesi pertama Rabu (12/2/2020) berasal dari sentimen negatif saham Grup Indofood yang mempengaruhi saham berkapitalisasi besar lainnya.

Menurut tim analis Panin, IHSG diawali dengan gerak positif hingga 09.08 WIB dan kemudian berbalik menjadi jatuh cepat. Dorongan kenaikan berasal dari ancaman dari virus corona yang mereda karena pertumbuhan korban baru berkurang, dari biasanya 3000-an kasus menjadi 2000-an kasus.

“Sementara tekanan turun berasal dari sentimen negatip saham Grup Indofood yang merembet ke saham besar lainnya,” tulisnya publikasi riset Panin, Rabu (12/2/2020).

Meski saham sektor perbankan berhasil menjadi penjaga indeks, tetapi rencana Indofood CBP Sukses Makmur atau ICBP untuk mengambil alih dua perusahan produsen mie, yakni Penhill Corpora Limited dan Steele Lake Limited mengkhawatirkan pasar.

Pasar mengkhawatirkan transaksi ini berpeluang dilakukan pada nilai diatas dari nilai wajarnya. Kabar burung menyebutkan perseroan akan melakukan penjelasan detail ke publik pada Rabu (12/2/2020).

Panin Sekuritas mencatat, beberapa waktu lalu kejadian serupa pernah terjadi saat pembelian lahan untuk kantor LSIP yang dahulu selalu disewa. Walau nilai “kerugiannya” tidak signifikan, tetapi harga sahamnya terseret turun besar.

Untuk diketahui, kejatuhan besar IHSG akibat kasus aksi akuisisi oleh ICBP menyeret saham lain untuk turun besar seperti UNVR, SMGR, ASII.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indofood

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top