Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Avrist AM Proyeksi RD Pendapatan Tetap Tumbuh 9 Persen

Prospek reksa dana pendapatan tetap tahun ini positif seiring dengan inflasi yang stabil dan harga minyak rendah, serta capital inflow kuat yang turut mendukung nilai tukar rupiah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  00:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Avrist Asset Management memprediksi reksa dana pendapatan tetap prospektif dan mampu memberikan return hingga 9 persen pada 2020.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan, prospek reksa dana pendapatan tetap tahun ini positif. Ekspektasi ini didukung oleh inflasi yang stabil dan harga minyak rendah, serta capital inflow kuat yang turut mendukung nilai tukar rupiah.

“Selain itu, profil kredit pemerintah yang stabil dan iklim suku bunga rendah secara global juga mendukung kinerja reksa dana pendapatan tetap. Kami perkirakan kinerja pada tahun ini sekitar 8 persen hingga 9 persen,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya memiliki reksa dana berbasis SUN, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan juga obligasi korporasi.

Untuk yang berbasis SUN, ia mengatakan pihaknya memiliki minat tinggi pada SUN seri benchmark dengan tenor lima tahun. Pasalnya, seri-seri tersebut menjadi underlying untuk Exchange traded Fund (ETF) obligasi perusahaannya.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk reksa dana pendapatan tetap berbasis SBSN. Menurutnya, seri benchmark baik pada SUN maupun SBSN memiliki likuiditas yang lebih baik sehingga dapat memaksimalkan capital gain dengan lebih optimal.

Sementara itu, untuk obligasi korporasi , pihaknya lebih banyak memilih obligasi perbankan dan beberapa BUMN. Hal tersebut dilakukan guna mencari risiko kredit yang lebih rendah dan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dari SUN.

Berdasarkan data Infovesta, pada 2019 kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap memiliki return tertinggi sepanjang tahun berjalan, yakni 10,77 persen. Berbanding terbalik, dalam waktu yang sama indeks reksa dana saham justru terkoreksi 8,41 persen.

Hal senada juga diungkapkan Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto. Menurutnya, prospek reksa dana pendapatan tetap tahun ini masih tetap baik karena faktor tren penurunan suku bunga dan Inflasi terkendali yang menjadi faktor pendorong lain bagi obligasi.

Untuk produk reksa dana pendapatan tetap sendiri, pihak Panin AM memiliki tiga jenis reksa dana terkait obligasi pemerintah dan korporasi berbeda yaitu, Panin Dana Utama Plus 2 yang alokasi sebesar 30 hingga 50 persen di obligasi korporasi.

Selanjutnya, Panin Dana Pendapatan Berkala dengan alokasi obligasi korporasi sebanyak 50 persen hingga 70 persen di korporasi, serta Panin Dana Pendapatan Utama sebesar 80 hingga 95 persen di obligasi korporasi.

“Sisa alokasinya kami campur dengan SUN dan pasar uang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top