Emiten Plastik, PBID Rancang Strategi Bisnis 2020

Di tengah maraknya kampanye diet plastik dan rencana penerapan cukai plastik, perusahaan plastik terus menggali strategi untuk memperbesar laba.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  12:02 WIB
Emiten Plastik, PBID Rancang Strategi Bisnis 2020
Produk Plastik. - pancabudi.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten plastik, PT Panca Budi Idaman Tbk. merancang strategi baru untuk meningkatkan marjin, guna mengerek laba 2020.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman, Lukman Hakim mengatakan, pihaknya masih melanjutkan beberapa strategi pada tahun ini sebagai upaya meningkatkan laba bersih perseroan yang sempat terkoreksi pada kuartal III/2019.

"Strategi kami masih sama dan tetap kami lanjutkan seperti memperluas pangsa pasar dan jangkauan distribusi secara nasional, menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah ada, mencari klien baru dan meningkatkan brand value," ungkapnya pada Bisnis.com, Sabtu (8/2/2020).

Adapun, Lukman menyebutkan Panca Budi Idaman masih akan melakukan penambahan kapasitas produksi dan peningkatan efisiensi biaya serta operational excellence pada tahun ini.

Target belanja modal emiten bersandi saham PBID disebutkannya masih akan menyentuh angka Rp100 miliar meski terdapat tren bearish harga minyak mentah dunia dan regulasi penurunan harga gas industri dari pemerintah.

"Bahan baku sekitar 85 persen sampai dengan 88 persen dari COGS (Cost of Goods Sold)," tuturnya.

Lukman menyebutkan dari sisi segmentasi consumer packaging seperti plastic food grade, perseroan mengalami pelebaran margin sehingga ke depannya Panca Budi Idaman akan lebih fokus pada penjualan pada bidang tersebut.

"Untuk segmen consumer packaging kita mengalami pelebaran margin. Masyarakat masih butuh plastic food grade untuk makanan dan minuman karena belum ada subtitusi," tegas Lukman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
plastik

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top