Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Perhotelan Ramai-Ramai Tambah Hotel

Sejumlah emiten di bidang perhotelan berencana menambah hotel baru untuk mendorong kinerja pada 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  05:10 WIB
Eastparc hotel - eastparc.com
Eastparc hotel - eastparc.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten di bidang perhotelan berencana menambah hotel baru untuk mendorong kinerja pada 2020.

Direktur Utama Bukit Uluwatu Villa Franky Tjahyadikarta mengatakan pembangunan hotel di Jakarta, Bali dan Bintan menjadi fokus perseroan tahun ini. Dia menilai pembangunan hotel di Jakarta diperkirakan membutuhkan dana Rp150 miliar. Sementara itu, emiten berkode BUVA itu membutuhkan Rp250 miliar untuk pembangunan hotel di Bali dan Bintan.

Adapun, pendanaan hotel baru itu sebagian diperoleh dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Franky menargetkan aksi korporasi itu akan dilakukan sebelum Juni 2020. Namun, dia menyebut penggalangan dana mempertimbangkan kondisi pasar terlebih dahulu.

Lebih lanjut, belanja modal pada 2020 diperkirakan di kisaran Rp200 miliar. Menurutnya, kebutuhan belanja modal akan dipenuhi perusahaan melalui kombinasi pinjaman perbankan dan internal kas perusahaan.

“Alokasi belanja modal tahun ini masih dibahas. Jadi belum bisa disebutkan [angka pasti]. Namun, penggunaan dananya sekitar Rp200 miliar ada yang dari bank dan juga dari internal perusahaan,” katanya, Rabu (5/2).

Sementara itu, Direktur Utama Eastparc Hotel Khalid bin Omar Abdat mengatakan akan membangun sebuah hotel bintang 4 dengan anggaran senilai Rp130 miliar. Proses konstruksinya akan dimulai pada akhir 2020 dan diperkirakan rampung pada 2022.

Sebelumnya, perseroan telah memiliki hotel bintang 5 bernama Eastparc Hotel Yogyakarta. Dengan demikian, nantinya dalam satu kawasan terdapat hotel bintang 5, 4, dan 3 dengan total kamar sekitar 600 unit dan dikelola di bawah satu manajemen.

Emiten berkode EAST itu menargetkan okupansi hingga 85% dari okupansi tertinggi pada 2019 sebesar 75%. Okupansi hotel tertinggi berasal dari hotel yang tersebar di Jakarta, Bekasi dan Palembang.

Direktur Utama PT Red Planet Indonesia Tbk. Suwito mengatakan pihaknya bakal memaksimalkan hotel eksisting dibandingkan dengan menambah jaringan. Dia akan menggandeng pihak ketiga seperti penerbit kartu kredit, korporasi, serta mempertahankan kerja sama dengan agen perjalanan daring.

Saat ini perseroan memiliki tujuh hotel yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Solo, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, dan Makassar dengan total kamar sebanyak 1.058 unit. Selain itu, PSKT mengelola satu hotel bintang empat di Bukittinggi, yakni Hotel Pusako.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi emiten
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top