KABAR EMITEN: Korporasi Andalkan Kas Internal, KRAS Kaji Opsi IPO

Berita mengenai mayoritas perusahaan yang mengandalkan kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (4/2/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  08:43 WIB
KABAR EMITEN: Korporasi Andalkan Kas Internal, KRAS Kaji Opsi IPO
Bursa Efek Indonesia. - Bloomberg / Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai mayoritas perusahaan yang mengandalkan kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo, di antaranya, menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (4/2/2020).  

Berikut ringkasan topiknya:

Korporasi Andalkan Kas Internal. Pada paruh pertama 2020, obligasi korporasi sektor riil yang akan jatuh tempo mencapai total Rp8,53 triliun. Mayoritas perusahaan mengandalkan kas internal untuk melunasi surat utang tersebut.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dihimpun Bisnis, ada 11 korporasi sektor riil yang memiliki obligasi jatuh tempo pada semester I/2020. Total nilai obligasinya mencapai Rp8,53 triliun.

KRAS Kaji Opsi IPO. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. mengkaji opsi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebagai langkah divestasi saham anak usaha perseroan.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan perseroan akan fokus menyelesaikan proses transformasi, efi siensi, dan optimalisasi pasar setelah restrukturisasi utang senilai US$2 miliar disepakati dengan para kreditur.

Siap-Siap Akumulasi Saham Defensif. Di tengah tingginya volatilitas di pasar saham akibat sejumlah sentimen negatif dari global dan dalam negeri, investor direkomendasikan untuk beralih ke investasi yang lebih aman. Investor juga disarankan untuk memanfaatkan momentum dengan melakukan pembelian saham-saham defensif.

META Incar Kenaikan 10 Persen. PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) memproyeksikan pendapatan tol mengalami peningkatan sebesar 10% pada tahun ini berkat penye suaian tarif dan peningkatan traffic.

General Manager Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk. Deden Rochmawaty mengatakan bahwa kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah faktor seperti kenaikan sejumlah tarif jalan mulai akhir tahun lalu dan awal tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, emiten

Sumber : harian Bisnis Indonesia

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top