Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Bergerak Menguat di Awal Perdagangan, Delapan Sektor Positif

Pada pukul 09.080 WIB, indeks bergerak ke level 6.306,63 dengan penguatan 0,24 persen atau 14,97 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (20/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka menguat 0,3 persen atau 18,84 poin ke level 6.310,50 pada awal perdagangan hari ini.

Pada pukul 09.080 WIB, indeks bergerak ke level 6.306,63 dengan penguatan 0,24 persen atau 14,97 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu (17/1/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya dengan penguatan 0,09 persen atau 5,61 poin di posisi 6.291,66.

Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak di zona hijau, dipimpin oleh sektor aneka industri yang menguat 0,6 persen dan finansial yang naik 0,53 persen. Di sisi lain, sektor industri dasar melemah 0,39 persen.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing menguat 1,09 persen dan 1,30 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pagi ini.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan hari ini, di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis sejumlah data ekonomi, termasuk data penjualan sepeda motor.

Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) dan China resmi meneken perjanjian damai dagang Fase pertama pada 15 Januari di Gedung Putih. Perjanjian damai dagang Fase II dikabarkan akan dibahas dalam waktu dekat. Presiden AS Donald Trump akan bertandang ke Beijing dalam waktu dekat untuk membahas kesepakatan tersebut.

Mengutip Reuters, Trump mengatakan bahwa “Saya menyerahkan kepada mereka (China), karena ketika (perjanjian Fase II) selesai maka kami tidak punya sesuatu untuk dinegosiasikan lagi. (Bea masuk) akan dihapus saat kami menyelesaikan (perjanjian) Fase II.”

Sementara itu, rilis data ekonomi China pada Jumat kemarin, yaitu periode Desember sesuai dengan ekspektasi pasar, tumbuh +6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk hari ini akan ada rilis data penjualan sepeda motor untuk bulan Desember 2019.

Pada Jumat, Bursa saham AS ditutup menguat. Dow Jones naik sebesar +0,17 persen, S&P naik 0,39 persen, dan Nasdaq +0,34 persen. Lalu, bursa saham Eropa pada akhir pekan lalu juga ditutup positif.

Sementara itu, mayoritas bursa saham lainnya di Asia juga menguat. Indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing naik 0,49 persen dan 0,18 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,01 persen.

“Kami perkirakan IHSG pada hari ini akan menguat menyusul positifnya bursa saham regional dan global,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas, Senin (20/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper