IHSG Cenderung Bearish

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada pekan ke-4 pada 2020 dengan bergerak di level 6.253—6.321.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  08:22 WIB
IHSG Cenderung Bearish
Karyawan beraktivvitas di dekat papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada pekan ke-4 pada 2020 dengan bergerak di level 6.253—6.321.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Nugroho Fitriyanto mengatakan IHSG cenderung melemah pada Senin (20/1/2020). Meskipun pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat tipis ke level 6,291.66 berkat dorongan dari pergerakan indeks regional.

Namun, kesepakatan dagang yang tidak sejalan dengan ekspektasi pasar serta pertumbuhan GDP China yang terus melambat masih membebani IHSG. “Secara teknikal candlestick kembali membentuk doji dalam dua hari secara berurutan dimana kenaikan hanya terjadi tipis pada akhir perdagangan,” katanya pada Minggu (19/1/2020).

Dia menambahkan potensi pelemahan semakin besar karena jarak stochastic fast semakin berada dibawah stochastic slow setelah membentuk death cross. Menurutnya level support pertama dan kedua IHSG ada di level 6.253—6.272 sedangkan level resistence pertama dan kedua 6.306—6.321.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang menarik. Diantaranya adalah ANTM, INDF dan INDY. Menurutnya, ANTM diperkirakan akan berkonsolidasi diatas mid-band dari Bollinger band. INDF terus melanjutkan penguatan dan pergerakan masih berada didalam upward trendline.

“INDY harga berpotensi rebound setelah kembali ditutup diatas level support dan indicator stochastic sudah hampir memasuki teritori over-sold,”katanya.

Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan IHSG berpeluang konsolidasi melemah pekan ini dengan support di level 6.255 sampai 6.218 dan resistance di level 6.300 sampai 6348.

“FactSet memperkirakan laba S&P 500 berpeluang turun 2% pada kuartal keempat secara  year-over-year. Kami memperkirakan laba emiten pada indeks S&P 500 berpeluang turun 0.8 % pada kuartal keempat,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG saat ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar ditengah gejolak market global maupun regional.

“Peluang kenaikan masih cukup besar, momentum koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi menguat,” katanya.

Dia memperkirakan IHSG akan bergerak di level 6.202—6.378. Adapun saham-saham yang menarik untuk dikoleksi diantaranya ialah BBNI, ASII, JSMR, BBCA, ASGR, dan WIKA.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top