Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Rebound di Tengah Tensi Tinggi Timur Tengah

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil rebound dari pelemahannya dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (6/1/2020), saat investor mengesampingkan kekhawatiran tentang eskalasi tensi di Timur Tengah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  06:27 WIB
Wall Street Rebound di Tengah Tensi Tinggi Timur Tengah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil rebound dari pelemahannya dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (6/1/2020), saat investor mengesampingkan kekhawatiran tentang eskalasi tensi di Timur Tengah.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 berakhir naik 0,35 persen di level 3.246,28, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,24 persen ke posisi 28.703,38, dan indeks Nasdaq Composite ditutup menanjak 0,56 persen di level 9.017,47.

Indeks energi S&P 500 naik seiring dengan penguatan harga minyak setelah serangan udara AS di Irak pada Jumat (3/1/2020) menewaskan seorang jenderal ternama Iran.

Serangan ini meningkatkan ancaman konflik di Timur Tengah sekaligus memukul pasar saham global, termasuk Wall Street. Pelemahan pada perdagangan Jumat (3/1) dialami setelah indeks utamanya justru mencetak rekor level tertinggi pada perdagangan pertama tahun baru.

Kendati sempat kembali dilanda keresahan pada awal perdagangan Senin (6/1), pasar mampu menghimpun kekuatan menjelang penutupan.

“Gesekan geopolitik menggelincirkan [indeks saham] dari ketinggiannya, tetapi dengan tiadanya eskalasi tambahan, pasar akan berakhir acuh tak acuh dan saya pikir itulah yang Anda semua lihat hari ini,” ujar Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Robert W. Baird, Milwaukee.

“[Selain itu] awal tahun yang baru dan penyebaran modal baru ke dalam pasar turut membantu,” tambahnya, dilansir dari Reuters.

Saham sejumlah perusahaan internet ternama mendorong indeks S&P 500 naik, di antaranya saham Alphabet Inc. yang naik 2,7 persen setelah Pivotal Research menaikkan rekomendasi saham ini menjadi "buy".

Namun saham pembuat chip termasuk di antara yang membukukan penurunan terbesar pada Senin. Indeks semikonduktor Philadelphia, yang melonjak sekitar 60 persen tahun lalu, terkoreksi 1,0 persen.

Pergerakan Bursa Wall Street 6 Januari

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

28.703,38

+0,24

S&P 500

3.246,28

+0,35

Nasdaq

9.017,47

+0,56

Sumber: Reuters

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top