Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Danareksa Investment Management Luncurkan Dinfra pada Kuartal I/2020

PT Danareksa Investment Management akan meluncurkan produk investasi alternatif perdananya pada awal tahun depan. Produk berbentuk kontrak investasi kolektif dana investasi infrastruktur tersebut akan diterbitkan pada kuartal I/2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  05:13 WIB
Direktur PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat (tengah) berbincang dengan Komisaris Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Heru D. Adhiningrat (kiri) dan Direktur Utama Marsangap P. Tamba di sela-sela peluncuran produk terbaru Danareksa ETF Indonesia Top 40, di Jakarta, Selasa (24/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat (tengah) berbincang dengan Komisaris Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Heru D. Adhiningrat (kiri) dan Direktur Utama Marsangap P. Tamba di sela-sela peluncuran produk terbaru Danareksa ETF Indonesia Top 40, di Jakarta, Selasa (24/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Danareksa Investment Management akan meluncurkan produk investasi alternatif perdananya pada awal tahun depan. Produk berbentuk kontrak investasi kolektif dana investasi infrastruktur tersebut akan diterbitkan pada kuartal I/2020.

Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin fokus pada produk baru saja. Ke depannya, produk-produk eksisting akan lebih dikembangkan sembari memperluas basis investor.

“Kami tidak ingin fokus pada produk baru saja, produk yang sudah ada akan difokuskan. Kemarin kan kami sudah menerbitkan produk syariah yang berinvestasi di negara-negara G20,” kata Marsangap pekan lalu.

Dirinya mengacu kepada produk reksa dana saham syariah berdenominasi dolar AS pertama yang diluncurkan manajer investasi pelat merah tersebut pada akhir bulan lalu, yaitu Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar.

Lebih lanjut, manajer investasi dengan dana kelolaan senilai Rp32 triliun per 29 November 2019 ini akan menerbitkan produk Dinfra pada kuartal I/2020.

Marsangap mengatakan bahwa detil dari produk ini belum dapat disampaikan. Tetapi, dirinya meyakinkan bahwa tema yang dipilih cukup relevan dengan kondisi sekarang ini

“Kami mau masuk [menerbitkan Dinfra] wajib kuartal I/2020. Sudah banyak yang dorong. [Aset dasarnya] macam-macam. Bisa energi, jalan tol, ada beberapa sih tapi belum bisa diungkap,” tuturnya.

Adapun beberapa investor institusi yang telah lebih familiar dengan produk investasi alternatif mulai mendorong fund manager untuk menyediakan penawaran produknya di pasar. 

Dengan tren suku bunga turun, lanjut Marsangap, investor mulai tertarik untuk masuk ke reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), Dinfra, Dana Investasi Real Estat (DIRE), dan Efek Beragun Aset (EBA).

Selain itu, produk investasi alternatif juga dibutuhkan untuk mendukung program pemerintah untuk memperkuat sektor infrastruktur. Skema penghimpunan dana yang bisa di-refinancing juga menjadi keunggulan karena dapat diterbitkan terus-menerus dengan seri berbeda. 

Pada 2020 nanti, selain memperkuat produk yang sudah ada, Marsangap mengakui akan lebih banyak menerbitkan produk investasi alternatif tersebut.

Selain itu, perseroan juga akan mengencangkan platform pembelian reksa dana online Investasik yang telah diluncurkan pada pertengahan tahun ini.

“Tahun ini kan kondisi ekonomi juga agak bergeser, in term of size [produk baru] mungkin akan melihat kondisi nanti tahun depan. Fokus kami sih masih di beberapa produk alternatif, jadi mencari proyek yang visible untuk investor kami,” jelas Massangap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top