Berfluktuasi Sepanjang Perdagangan, IHSG Mampu Ditutup Menguat Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/12/2019), meskipun berfluktuasi sepanjang perdagangan hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  16:26 WIB
Berfluktuasi Sepanjang Perdagangan, IHSG Mampu Ditutup Menguat Tipis
Calon penumpang menunggu bus Transjkarta dengan latar belakang layar pergerakan saham PT Bursa Efek Indonesia di jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (27/11/2019). - ANTARA/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (3/12/2019), meskipun berfluktuasi sepanjang perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup berbalik menguat 0,06 persen atau 3,84 poin ke level 6.133,90 pada akhir perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Senin (2/12), indeks mengakhiri pergerakannya di level 6.130,05 dengan kenaikan tajam 1,97 persen atau 118,22 poin.

Pergerakan indeks mulai tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 0,17 persen atau 10,15 poin di posisi 6.119,9 pagi ini. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.107,64-6.148,37.

Hanya tiga dari sembilan sektor IHSG yang berada di zona hijau pada pada akhir perdagangan, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 1,36 persen. Adapun enam sektor lainnya melemah, dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 1,61 persen.

Sebanyak 180 saham menguat, 220 saham melemah, dan 265 saham stagnan dari 665 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) yang masing-masing naik 2,97 persen dan 13,01 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada akhir perdagangan hari ini.

IHSG mampu berbalik menguat di saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia melemah. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing 0,45 persen dan 0,64 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan ditutup melemah 0,38 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat 0,31 persen, sedangkan indeks CSI 300 menguat 0,39 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,25 persen setelah sebelumnya jatuh hingga 1,44 persen.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia melemah pada setelah Presiden AS Donald Trump mengejutkan pasar dengan tarif terhadap impor dari Brasil dan Argentina, sehingga memunculkan kekhawatiran baru tentang ketegangan perdagangan global.

Melalui akun Twitter pada Senin (2/12), Trump mengatakan akan mengenakan tarif pada impor baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina, karena melihat "devaluasi besar-besaran mata uang” kedua negara tersebut.

Berlawanan dengan pernyataannya, Brasil dan Argentina telah berupaya memperkuat mata uang mereka masing-masing terhadap dolar AS.

Kabar ini menambah tekanan pada sentimen pasar setelah pemerintah China memberikan respons atas dukungan AS terhadap demonstran di Hong Kong sehingga mengancam prospek tercapainya kesepakatan dagang ‘fase satu’ yang dinanti-nantikan.

Pada Senin (2/12), China menyatakan bahwa kapal dan pesawat militer AS tidak akan diizinkan untuk mengunjungi Hong Kong, serta juga mengumumkan sanksi terhadap beberapa organisasi non-pemerintah AS.

“Pasar [tak hanya] sangat sensitif terhadap berita baik ataupun buruk tentang perselisihan AS-China, tetapi juga hubungan AS dengan negara-negara lain,” ujar Steven Daghlian, analis pasar di CommSec.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

HMSP

+2,97

FREN

+13,01

BMRI

+1,06

BYAN

+7,25

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

BBCA

-0,78

ASII

-1,88

BBRI

-0,95

TLKM

-0,76

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top