Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rupiah Terdepresiasi Tipis Meskipun Indeks Dolar AS Melemah Pagi Ini

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah hanya 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.095 per dolar AS pada pukul 08.22 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 November 2019  |  09:06 WIB
Petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (28/11/2019). -  ANTARA/Aditya Pradana Putra
Petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (28/11/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (29/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah hanya 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.095 per dolar AS pada pukul 08.22 WIB.

Sebelumnya, rupiah dibuka di level yang sama, dengan pelemahan 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.095 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (28/11/2019), nilai tukar rupiah ditutup menguat 3 poin atau 0,02 persen di posisi Rp14.092 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang lainnya terpantau melemah 0,05 poin atau 0,05 persen ke level 98,320 pada pukul 08.19 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,023 poin atau 0,02 persen ke level 98,347, setelah pada akhir perdagangan Kamis (28/11) ditutup statnan di posisi 98,370.

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak pada kisaran 98,314-98,349.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top