Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi AS Bertambah, Harga Minyak Mentah Turun

Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Rabu (27/11/2019) setelah produksi minyak Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencapai rekornya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2019  |  07:36 WIB
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann
Sebuah pompa minyak terlihat saat matahari terbenam di luar Scheibenhard, dekat Strasbourg, Prancis, 6 Oktober 2017. - REUTERS/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Rabu (27/11/2019) setelah produksi minyak Amerika Serikat (AS) dilaporkan mencapai rekornya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2020 ditutup turun 30 sen di level US$58,11 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Januari 2020 berakhir turun 21 sen di level US$64,06 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$5,95 terhadap WTI.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah komersial AS bertambah 1,57 juta barel pekan lalu dan output mencapai 12,9 juta barel per hari.

Meski peningkatan persediaan itu lebih kecil dari 3,64 juta seperti yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) pada Selasa (26/11), penurunan stok yang lebih sedikit di Cushing serta pertambahan pada produk-produk sulingan turut membebani harga minyak.

Laporan EIA menunjukkan persediaan bensin naik 5,13 juta barel dan suplai minyak distilasi tumbuh 725.000 barel. Adapun stok minyak mentah yang tersimpan di Cushing, Oklahoma, turun 97.000 barel.

“Kejutan yang lebih besar adalah persediaan bensin meningkat cukup signifikan, jauh melebihi konsensus dan sebagian besar darinya karena impor,” terang Brian Kessens, manajer portofolio di Tortoise.

Laporan itu serta merta membebani optimisme pasar seputar kesepakatan perdagangan AS-China yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

“Mengingat periode tahun ini, kami mengantisipasi pemanfaatan kilang untuk bangkit kembali saat kita melewati musim gugur dan musim perputaran, jadi peningkatan ini merupakan kejutan,” ujar Kessens.

Harga minyak mentah telah meningkat sejak awal Oktober didorong mencairnya perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu, meskipun investor menjadi semakin lelah atas negosiasi yang masih terus berlangsung.

Pada Selasa (26/11), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS dan China tengah berada dalam tahap akhir menuju sebuah perjanjian yang sangat penting.

Meski demikian, Trump kemudian mengatakan kepada Fox News bahwa dia berpegang pada perjanjian guna memastikan ketentuan-ketentuan yang lebih baik untuk Amerika.

“Meski semacam kesepakatan akan menjadi hal positif, itu mungkin tidak banyak berdampak untuk menghidupkan kembali permintaan minyak kecuali tarif yang ada dibatalkan,” sambung Kessens.

“Pasar telah mendengar poin-poin pembicaraan perdagangan ini sebelumnya dan tidak memberikan banyak apresiasi kepada retorika dan pemerintahan Trump hari ini,” tambahnya.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

27/11/2019

58,11

-0,30 poin

26/11/2019

58,41

+0,40 poin

25/11/2019

58,01

+0,24 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

27/11/2019

64,06

-0,21 poin

26/11/2019

64,27

+0,62 poin

25/11/2019

63,65

+0,26 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top