Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Minyak Terjaga Progres Pembicaraan Dagang AS-China

Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Selasa (26/11/2019) di tengah tanda-tanda progres pembicaraan dagang antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 November 2019  |  08:08 WIB
Labirin pipa minyak mentah dan katup di Strategic Petroleum Reserve di Freeport, Texas, AS. - REUTERS/Richard Carson
Labirin pipa minyak mentah dan katup di Strategic Petroleum Reserve di Freeport, Texas, AS. - REUTERS/Richard Carson

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Selasa (26/11/2019) di tengah tanda-tanda progres pembicaraan dagang antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari 2020 berakhir naik 40 sen di level US$58,41 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk kontrak Januari 2020 ditutup menguat 62 sen di level US$64,27 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium sebesar US$5,86 terhadap WTI.

Pada Selasa (26/11), Kementerian Perdagangan China menyatakan pemerintah AS dan China, dalam komunikasi melalui sambungan telepon, telah mencapai konsensus tentang penyelesaian sejumlah isu yang relevan guna memperoleh kesepakatan perdagangan "fase satu”.

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa jumlah stok AS di hub utama turun 516.000 barel pekan lalu, menurut sumber terkait.

"Secara umum, perekonomian membaik,” ujar Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group, Chicago.

"Ada sedikit pergerakan menuju kesepakatan perdagangan AS-China, tetapi pasar mencerminkan kekuatan yang kita lihat dalam pasar saham dan optimisme secara keseluruhan,” tambahnya.

Harga minyak mentah telah meningkat sejak awal Oktober didorong mencairnya perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu, meskipun investor menjadi semakin lelah atas negosiasi yang masih terus berlangsung.

Di sisi lain, pedagang khawatir bahwa OPEC dan aliansinya tidak berencana untuk memangkas produksi lebih lanjut ketika menggelar pertemuan pada pekan depan, terlepas dari adanya tanda-tanda surplus baru pada awal 2020.

“Optimisme bahwa konflik perdagangan setidaknya akan sedikit berkurang saat ini mencegah harga [minyak] jatuh,” kata Carsten Fritsch, seorang analis dengan Commerzbank AG di Frankfurt.

Laporan API juga menunjukkan jumlah pasokan minyak mentah AS meningkat 3,64 juta barel. Adapun persediaan bensin tumbuh 4,38 juta barel dan minyak distilat turun 665.000 barel.

Analis yang disurvei Bloomberg mengatakan jumkah persediaan minyak nasional AS kemungkinan turun 878.000 barel. Namun, angka ini masih mendekati level tertinggi sejak Juli karena produksi minyak negara itu terus meningkat.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

26/11/2019

58,41

+0,40 poin

25/11/2019

58,01

+0,24 poin

22/11/2019

57,77

-0,81 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Januari 2020

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

26/11/2019

64,27

+0,62 poin

25/11/2019

63,65

+0,26 poin

22/11/2019

63,39

-0,58 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top