Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rupiah Tergelincir Sehari Pascarilis Suku Bunga BI

Nilai tukar rupiah tergelincir dari apresiasinya dan melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (22/11/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 November 2019  |  08:57 WIB
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah tergelincir dan  melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (22/11/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah tipis 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.100 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/11/2019), nilai tukar rupiah berhasil rebound dan ditutup di level Rp14.092 per dolar AS meskipun dengan penguatan tipis 3 poin atau 0,02 persen.

Rupiah berhasil bangkit dari pelemahan yang dibukukan tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya, setelah Bank Indonesia (BI) merilis keputusan suku bunga.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berakhir pada Kamis (21/11/2019) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5 persen.

Sementara itu, suku bunga Deposit Facility tetap 4,25 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap 5,75 persen. Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, berlanjutnya ketegangan hubungan dagang AS-China telah berdampak pada ekonomi dunia 2019 yang terus melambat. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya tumbuh 3 persen pada 2019.

"Pelonggaran kebijakan moneter di berbagai negara belum mampu mencegah perlambatan ekonomi dunia," ujar Perry kepada pers usai RDG 20-21 November 2019 di Gedung BI, Jakarta.

Di sisi lain, BI memberi sinyal masih ada ruang pelonggaran kebijakan moneter ataupun makroprudensial sampai kuartal I/2020 seiring dengan upaya mengantisipasi gejala perlambatan ekonomi global.

Seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat (22/11), indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama terpantau terkoreksi tipis 0,03 persen atau 0,029 poin ke level 97,964 pada pukul 08.22 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (21/11), indeks dolar AS mampu membukukan sedikit kenaikan 0,059 poin atau 0,06 persen dan berakhir di level 97,993, kenaikan hari ketiga.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top