Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 RD Saham Ciptadana Masuk Top 10, Ini Strateginya

Performa mayoritas reksa dana saham diperkirakan belum akan pulih pada akhir tahun ini seiring dengan memburuknya prospek kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (HSG).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 November 2019  |  12:37 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com,  JAKARTA - Performa mayoritas reksa dana saham diperkirakan belum akan pulih pada akhir tahun ini seiring dengan memburuknya prospek kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (HSG).

Berdasarkan data Infovesta Utama per 20 November 2019, kurang dari separo atau hanya 127 produk reksa dana saham dari total 319 produk mencatatkan kinerja yang outperform dari IHSG secara year-to-date (ytd).

Produk Cipta Saham Unggulan Syariah besutan PT Ciptadana Asset Management berada di posisi teratas pemberi return tertinggi sebesar 105 persen diikuti produk Cipta Saham Unggulan sebesar 91,36 persen.

Selanjutnya, produk OSO Syariah Equity Fund yang dikelola PT OSO Manajemen Investasi dan Mandiri Investa Equity Movement milik PT Mandiri manajemen Investasi menyusul dengan kinerja masing-masing 60,70 persen dan 45,74 persen.

Tenno Tinodo, Direktur Investasi Ciptadana Asset Management, menjelaskan pihaknya mencoba mengantisipasi selangkah ke depan arah ekspektasi pasar akan bergerser dari kondisi saat ini.

“Kelihatannya akan bergerak ke kondisi di mana pertumbuhan ekonomi moderat disertai peningkatan inflasi, meskipun tetap di bawah rerata inflasi jangka panjang Indonesia,” katanya kepada Bisnis, Kamis (21/11/2019).

Apabila perkiraan adanya peningkatan inflasi tersebut terkonfirmasi, Tenno memperkirakan sektor komoditas, infrastruktur, dan utiliti akan memberikan performa lebih baik daripada performa pasar secara umum.

Adapun dengan kondisi saat pertumuhan ekonomi bergerak moderat dan inflasi rendah saat ini, Tenno melihat aset dasar terbaik untuk berinvestasi adalah pada pasar uang dan obligasi pemerintah.

“Tidak menutup kemungkinan investasi pada instrumen saham juga memberikan imbal hasil yang baik, tentu saja komposisinya harus berbeda dengan komposisi indeks acuan secara umum,” imbuhnya.

 Tenno memperkirakan kondisi pasar saham akan mengalami penguatan hingga akhir tahun. Pasalnya, penawaran obligasi pemerintah yang mulai terbatas seiring dengan tercapainya target emisi obligasi pemerintah akan mendorong investor mencari alternatif lain yaitu ke aset saham.

Reksa Dana Saham Return Tertinggi YTD per 20 November 2019

No
Reksa Dana
Kinerja (YTD)
1
Cipta Saham Unggulan Syariah
105,66
2
Cipta Saham Unggulan
91,36
3
OSO Syariah Equity Fund
60,70
4
Mandiri Investa Equity Movement
45,74
5
Pacific Equity Flexi Fund
23,47
6
Minna Padi Amanah Saham Syariah
18,97
7
BNI-AM Dana Saham Syariah Musahamah
17,60
8
Star Equity
17,36
9
Hpam Saham Dinamis
15,47
10
Cipta Sakura Equity
14,59
Sumber: Infovesta Utama, data year-to-date per 20 November 2019

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top