Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akuisisi Saham Vale Indonesia (INCO), Inalum Siapkan US$500 Juta

Menurutnya, akusisi saham INCO sebesar 20% akan menggunakan dana internal.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 November 2019  |  18:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Induk perusahaan tambang BUMN, PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum menyiapkan dana sebesar US$500 juta untuk menyerap 20% saham yang didivestasi oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

Plt. Direktur Utama Inalum Ogi Prastomiyono mengatakan perseroan menyiapkan dana sebesar US$500 juta atau setara dengan Rp7,048 triliun untuk aksi korporasi itu. Menurutnya, akusisi saham INCO sebesar 20% akan menggunakan dana internal.

Saat ini, total saham beredar INCO mencapai 9,93 miliar saham. Dengan demikian, 20 persen saham INCO setara dengan 1,98 miliar saham.

Pada akhir perdagangan Jumat (22/11/2019), saham INCO ada di level Rp3.300 per saham. Maka, nilai pasar 20% saham produsen nickel matte itu mencapai Rp6,53 triliun.

"Rencana penyerapan divestasi saham INCO sudah kami anggarkan untuk tahun depan. Head of Aggreement pun sudah selesai 11 Oktober lalu. Saat ini ada tiga dokumen yang sedang diproses untuk proses akusisi," katanya di Kementerian BUMN pada Jumat (22/11/2019).

Ogi menjelaskan ketiga dokumen tersebut adalah dokumen sales purchase aggreement, share holders aggreement, dan off taker aggreement.

Dia menargetkan sebelum pertengahan Desember proses perjanjian kedua belah pihak dapat diselesaikan. Dengan begitu Inalum dan INCO bisa masuk tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (“CSPA”)

"Sebelum kami sepakatan akan ada CSPA di pertengahan Desember. Pemenuhannnya tergantung kondisinya. Target kami selesai sekitar Juni tahun depan menggunakan anggaran tahun depan," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inalum vale indonesia tbk
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top