Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Mega Perintis (ZONE) Terdongkrak Akuisisi Merek Fesyen Wanita

Manajemen Mega Perintis memperkirakan perolehan penjualan dapat mencapai Rp575 miliar hingga akhir tahun ini, tumbuh 26,10% secara tahunan pada 2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 19 November 2019  |  18:54 WIB
Direktur Utama Mega Perintis Franxiscus Afat Adinata Nursalim (kedua dari kiri) dalam public expose di Jakarta pada Senin (24/6/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi
Direktur Utama Mega Perintis Franxiscus Afat Adinata Nursalim (kedua dari kiri) dalam public expose di Jakarta pada Senin (24/6/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mega Perintis Tbk. memperkirakan mampu meraih pertumbuhan kinerja di atas target sepanjang tahun ini, seiring dengan strategi perseroan mengakuisisi merek fesyen wanita pada kuartal III/2019.

Direktur Utama Mega Perintis Franxiscus Afat Adinata memperkirakan perolehan penjualan dapat mencapai Rp575 miliar hingga akhir tahun ini, tumbuh 26,10% secara tahunan. Begitu pula, laba bersih yang dikantongi dapat mencapai Rp50 miliar atau tumbuh 22,85% secara tahunan.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dari target awal yang dipasang perseroan. Perusahaan ritel fesyen ini, semula memasang target penjualan Rp544 miliar atau tumbuh 19,3% secara tahunan, serta laba bersih Rp47,8 miliar atau tumbuh 17,44% secara tahunan.

Dirinya menjelaskan optimisme perseroan mampu mencapai pertumbuhan di atas target seiring dengan strategi akuisisi merek fesyen wanita pada kuartal III/2019. Sebagai informasi, perusahaan ritel ini merambah fesyen wanita setelah melakukan pembelian merek Minimal dan persediaan barang dagang pada 29 Agustus 2019 dari PT Gistex Reatilindo.

Afat menyebutkan nilai akuisisi tersebut sebesar Rp32 miliar. Akuisisi tersebut melengkapi range produk pada segmen wanita.

Sebelumnya, emiten bersandi saham ZONE ini fokus pada fesyen pria melalui merek utama Manzone dan MOC. Akuisisi ini juga memberikan tambahan 90 toko baru, terdiri dari 71 show room dan 19 gerai di department store.

Dengan demikian, total point of sales ZONE tersebar di 662 titik penjualan hingga September 2019, terdiri dari 198 show room dan 464 gerai di department store. Penambahan range produk dan outlet baru diyakini mampu menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan kinerja perseroan.

"Ini langkah strategis perseroan melakukan pengembangan bisnis yang akan membawa hasil pada kuartal IV/2019," kata Afat di Jakarta, pada pekan lalu.

Lebih lanjut, Afat menjelaskan strategi pengembangan bisnis yang serupa bakal berlanjut pada tahun depan. Setelah akuisisi merek Minimal, perseroan bakal mengembangkan merek MOC ke segmen wanita.

"Di masa depan, segmen fesyen wanita akan mendorong pertumbuhan ZONE. Karena di segmen pria, pertumbuhannya sudah agak terbatas," imbuhnya.

Strategi lainnya, perusahaan juga akan fokus mengembangkan jalur distribusi melalui saluran online pada tahun depan. Selain mengembangkan toko online, ZONE juga telah bekerja sama dengan 5 perusahaan e-commerce.

"Saat ini kontribusinya [online] masih kurang dari 5%. Pada tahun depan, kami akan mengoptimalkan membership di kedua kanal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mega Perintis kinerja emiten
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top