Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga Oktober 2019, PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Baru Rp3,1 Triliun

PP Presisi masih optimistis dapat mencapai target kontrak baru pada 2019 senilai Rp5,8 triliun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 18 November 2019  |  19:48 WIB
Direktur PT PP Presisi Tbk Hasanin Ade Putra (dari kiri), Direktur Utama Iswanto Amperawan, Direktur Benny Pidakso dan Direktur Independen Arief Subyandono memberikan penjelasan, seusai RUPS di Jakarta, Kamis (5/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Direktur PT PP Presisi Tbk Hasanin Ade Putra (dari kiri), Direktur Utama Iswanto Amperawan, Direktur Benny Pidakso dan Direktur Independen Arief Subyandono memberikan penjelasan, seusai RUPS di Jakarta, Kamis (5/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. mengantongi kontrak baru senilai Rp3,1 triliun hingga Oktober 2019.

Bambang Suyitno, Investor Relations PP Presisi, mengatakan pada Oktober 2019, kontrak perseroan bertambah Rp200 miliar yang sebagian besar berasal dari kontrak civil work Bendungan Bener.

"Kami masih optimistis dapat mencapai target 2019 senilai Rp5,8 triliun karena kami telah melakukan Penandatanganan Kontrak Pembangunan Jalan Angkut Batubara dengan PT Inti Pancar Dinamika pada 6 November yang lalu, yang mana total anggarannya kurang lebih US$160 juta," ujarnya, Senin (18/11/2019).

Emiten dengan kode saham PPRE ini juga masih menunggu pengumuman pemenang tender proyek pembangunan bandara pada akhir bulan ini. Bambang menyebutkan perseroan optimistis dapat memenangkannya.

Selain itu, terdapat juga beberapa feeding dari PTPP sebagai entitas induk yang masih ditunggu. "PT PP telah mendapatkan proyek-proyek tersebut, antara lain proyek jalan tol Semarang-Demak," sebut Bambang.

Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi, sebelumnya menyatakan perseroan juga aktif mengikuti tender proyek langsung sebagai kontraktor utama untuk lebih meningkatkan kapabilitas, margin laba bersih, serta memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Untuk periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2019, emiten dengan kode saham PPRE ini meraup pendapatan bersih senilai Rp2,22 triliun, naik 11,56% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp1,99 triliun. Harga pokok pendapatan terkerek 8,39% menjadi Rp1,68 triliun.

Sementara itu, laba usaha naik 23,7% y-o-y menjadi Rp486,5 miliar. Peningkatan laba usaha tersebut memacu peningkatan EBITDA sebesar 35,7% y-o-y dari Rp579,3 miliar menjadi Rp786,1 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 6,01% dari Rp189,68 miliar menjadi Rp201,08 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten PP Presisi
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top