Tinggal 5 Hari, Pemesanan ST006 Baru Rp848,88 Miliar

Masa penawaran ST006 akan berakhir pada 21 November 2019, tapi nilai pemesanannya masih belum menyentuh Rp1 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 November 2019  |  20:01 WIB
Tinggal 5 Hari, Pemesanan ST006 Baru Rp848,88 Miliar
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pemesanan instrumen Sukuk Tabungan seri ST006 baru mencapai Rp848,88 miliar meski masa pemesanan tinggal 5 hari lagi.
 
Dikutip dari laman Investree, Sabtu (16/11/2019), penawaran berjalan pada 1-21 November 2019. Dalam sepekan, Rp848,88 miliar masuk ke instrumen surat utang ritel bertenor 2 tahun itu dari target pemesanan Rp1 triliun. 

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ke-10 pada tahun ini merupakan instrumen tanpa warkat yang tidak dapat diperdagangkan dan tidak dapat dicairkan kecuali saat jatuh tempo dan pada masa pencairan awal. Masa pencairan awal maksimal sebesar 50 persen dari total pembelian pada 20 Oktober hingga 4 November 2020.
 
Adapun pembayaran kupon pertama akan dibayarkan pada 10 Januari 2020 dan akan dilakukan setiap bulan hingga jatuh tempo pada 10 November 2021. Pembelian ST006, yang  memiliki kupon sebesar 6,75 persen, bisa dilakukan senilai minimum Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar. 

Tahun ini, nilai SBN ritel yang akan jatuh tempo mencapai Rp51 triliun. Di sisi lain, jumlah penerbitan SBN ritel baru mencapai Rp40,2 triliun dari 9 kali penawaran yang telah dilakukan.  
 
Dengan demikian, masih tersisa sekitar Rp10,8 triliun yang harus dipenuhi. Dari nilai tersebut, Rp8,2 triliun telah dipenuhi dari penerbitan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI016.

Artinya, penjualan ST006 setidaknya mesti menyentuh Rp2,6 triliun sehingga pemerintah bisa menutup SBN ritel yang jatuh tempo pada 2019.  

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman mengatakan sosialisasi menjadi salah satu strategi guna menjangkau calon-calon investor. Utamanya, untuk meningkatkan pemesanan ST006 yang saat ini masa pemesanannya masih berjalan. 
 
Menurutnya, pemesanan instrumen SBN ritel biasanya meningkat di masa terakhir penawaran sehingga sosialisasi dilakukan untuk menjemput calon investor.
 
"Salah satunya bikin event seperti ini, menyosialisasikan. Kalau dari [masa penawaran] yang sudah-sudah, enggak linier. Justru dekat deadline ada peningkatan pembelian," ujarnya dalam acara Green Sukuk Investor Day di Jakarta, Sabtu (16/11).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukuk, kemenkeu

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top