Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal III/2019, Laba Indo Tambangraya Megah (ITMG) Tergerus Hampir 50 Persen

Secara total, penjualan batu bara ITMG pada periode 9 bulan tahun ini turun sebesar 7,38% dari posisi US$1,34 miliar menjadi US$1,24 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 12 November 2019  |  18:03 WIB
Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk Kirana Limpaphayom (dari kiri) dan Direktur Mulianto menjawab pertanyaan wartawan, usai Rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Senin (25/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk Kirana Limpaphayom (dari kiri) dan Direktur Mulianto menjawab pertanyaan wartawan, usai Rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Senin (25/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. mencatatkan penurunan kinerja pada periode Januari—September 2019.

Emiten berkode saham ITMG itu mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 7,84% per kuartal III/2019 dari US$1,41 miliar per kuartal III/2018 menjadi US$1,30 miliar.

Penurunan pendapatan sejalan dengan penjualan batu bara kepada pihak ketiga yang menyusut dari US$1,28 miliar pada tahun lalu menjadi US$1,14 miliar pada kuartal III/2019. Sementara penjualan kepada pihak berelasi mengalami peningkatan dari posisi US$58,05 juta menjadi US$100,51 juta.

Kendati demikian, secara total penjualan batu bara ITMG pada periode 9 bulan tahun ini turun sebesar 7,38% dari posisi US$1,34 miliar menjadi US$1,24 miliar.

Adapun, pendapatan dari segmen bisnis lain seperti penjualan bahan bakar pada pihak ketiga juga mengalami penurunan 10,28%.

Pada tahun lalu perseroan dapat membukukan US$66,4 juta namun kini hanya sebesar US$59,57 juta. Sementara itu, segmen jasa hanya dapat berkontribusi sebesar US$3,01 juta atau turun 51,74% dari posisi US$6,24 juta.

Turunnya pendapatan makin tertekan dengan membesarnya beban pokok sebesar 8,11% dari posisi US$986,34 juta menjadi US$1,06 miliar. Peningkatan beban disebabkan oleh biaya penambangan perseroan yang naik menjadi US$540,42 juta, pemeliharaan menjai US$27,45 juta dan transportasi baru bara menjadi US$63,10 juta. Alhasil biaya produksi perseroan terdorong naik 13,80%.

Pada periode sebelumnya, biaya produksi ITMG sebesar US$717,10 juta menjadi US$816,16 juta pada kuartal III/2019. Dengan demikian laba kotor perseroan ikut terkoreksi 44,62% menjadi US$237,83 juta.

Setelah dikurangi beban penjualan, beban umum dan pajak penghasilan, laba periode berjalan yang diperoleh perseroan ialah US$98,64 juta dari posisi tahun lalu US$197,17 juta.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$101,21 juta turun 49,23% dari posisi tahun lalu US$199,40 juta. Sementara laba per saham yang dapat diatribusikan per September ialah US$0,09 turun dari realisasi periode yang sama tahun lalu US$0,18.

Selain itu, jumlah aset ITMG tercatat mengalami penurunan 9,29% dibandingkan akhir tahun lalu US$1,44 miliar menjadi US$1,30 miliar. Aset lancar perseroan tercatat sebesar US$591,81 juta dan aset tidak lancar US$716,56 juta.

Liabilitas ITMG tercatat sebesar US$397,04 juta dengan utang jangka pendek sebesar US$308,25 juta dan utang jangka panjang sebesar US$88,78 juta. Adapun kas dan setara akhir periode ITMG tercatat sebesar US$270,61 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten indo tambangraya megah
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top