Banyak Sentimen Negatif, Pasar Obligasi Diperkirakan Terkoreksi

Investor agar melakukan wait and see di pasar obligasi pada hari ini.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  09:37 WIB
Banyak Sentimen Negatif, Pasar Obligasi Diperkirakan Terkoreksi
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pasar obligasi pada perdagangan hari ini terkoreksi.

Dikutip dari hasil risetnya, Rabu (9/10/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan pasar obligasi saat ini minim sentimen pendorong sehingga menghambat investor untuk masuk. Dia menyebut beberapa sentimen pada hari ini pun belum bisa menggerakkan pasar secara signifikan. 

"Tampaknya dengan banyaknya sentimen yang ada, kami melihat bahwa peluang untuk turun terlihat lebih besar pada pekan ini," ujarnya. 

Adapun, sentimen yang mempengaruhi pasar obligasi yakni pertama, Amerika Serikat memasukkan 28 perusahaan dan agensi baru asal China ke daftar hitam. AS fokus pada perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning dan pengawasan digital atas konsen Badan Intelijen AS. Tindakan ini membuat hubungan China-AS semakin buruk. 

Sentimen lainnya yakni pembatasan penerbitan visa AS dari pejabat China. Tindakan itu dipilih AS karena masalah penahanan dan penyalahgunaan kekuasaan terhadap kelompok minoritas Muslim di Xinjiang. China menilai AS memiliki ruang terlalu besar dalam urusan negara mereka sehingga China pun menyatakan agar AS tak mencampuri urusan China. 

Terakhir, AS membahas tentang pembatasan investasi dana pensiun ke saham emiten asal China. Walhasil, ketiga sentimen ini memperkeruh harapan pada negosiasi yang dijadwalkan berlanjut pada Kamis (10/10/2019).

Oleh karena itu, Maximilianus merekomendasikan investor agar melakukan wait and see hari ini. 

"Kami merekomendasikan wait and see hari ini," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top