Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

SRIL Berencana Terbitkan Global Bond, Ini Kata Analis

Ramdhan memperkirakan cost of fund global bond SRIL berada di rentang 8,5%-9,5%. Proyeksi ini karena melihat cost of fund Duniatex di level 8,625%. Di samping itu, Moody's memberikan peringkat Ba3 terhadap rencana global bond SRIL.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  20:30 WIB
SRIL Berencana Terbitkan Global Bond, Ini Kata Analis
Pabrik tekstil Sritex - Antara/R. Rekotomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Analis memperkirakan rencana penerbitan global bond PT Sri Rejeki Isman Tbk. bakal dihadapkan pada tantangan cost of fund yang tinggi.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto mengatakan emiten bersandi saham SRIL ini beberapa kali telah menerbitkan global bond. Namun, beberapa faktor bakal memengaruhi rencana penerbitan global bond kali ini.

Pertama, baru-baru ini industri tekstil diramaikan kasus gagal bayar bunga obligasi Duniatex. Kedua, Moody's Investors Service melaporkan Indonesia menjadi salah satu negara yang paling rentan mengalami penurunan kapasitas pembayaran kembali utang korporasi.

Ketiga, ketidakpastian pasar yang tinggi akibat perang dagang bakal memengaruhi industri tekstil.

Ramdhan memperkirakan cost of fund global bond SRIL berada di rentang 8,5 persen-9,5 persen. Proyeksi ini karena melihat cost of fund Duniatex di level 8,625 persen. Di samping itu, Moody's memberikan peringkat Ba3 terhadap rencana global bond SRIL.

“[Penyerapan global bond] mungkin laku, tetapi cost of fund agak tinggi. Sebab, risikonya agak tinggi terutama karena cerita Duniatex. Selain itu, volatilitas pasar tinggi karena perang dagang,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sritex sril
Editor : M. Taufikul Basari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top