Ringkasan Perdagangan 9 Oktober: IHSG & Rupiah Melemah, Harga Emas Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan dan rupiah kompak ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  20:26 WIB
Ringkasan Perdagangan 9 Oktober: IHSG & Rupiah Melemah, Harga Emas Menguat
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan dan rupiah kompak ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini.

Pelemahan IHSG ini sejalan dengan bursa saham lainnya di Asia yang mayoritas melemah di tengah kembalinya tekanan perang perdagangan.

Berikut ini ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Rabu (9/10/2019) :

Mayoritas Bursa Asia Masih Merah, IHSG Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,17 persen atau 10,44 poin ke level 6.029 dari level penutupan sebelumnya.

Indeks mulai tergelincir dari penguatannya ketika dibuka turun 0,15 persen atau 9,14 poin di posisi 6.030,46 pada Rabu (9/10) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.017,36 – 6.047,79.

Lima dari sembilan sektor berakhir di zona merah, dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang melemah 1,07 persen, disusul sektor aneka industri yang melemah 0,94 persen. 

Di sisi lain, empat sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor pertanian yang mengyat 1,67 persen.

Dari 656 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 200 saham menguat, 189 saham melemah, dan 267 saham stagnan.

Mayoritas bursa saham lainnya di Asia cenderung melemah, meskipun mampu pulih dari penurunan terendah dalam sepekan terakhir. Indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah 0,3 persen dan 0,61 persen. Indeks Hang Seng melemah 0,61 persen.

 

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.173 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.170-Rp14.185 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi tipis 8 poin atau 0,06 persen di level Rp14.170 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,177 poin atau 0,18 persen ke level 98,956 pada pukul 15.52 WIB.

 

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau menguat 6,1 poin atau 0,41 persen ke level US$1.510 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,177 poin atau 0,18 persen ke level 98,956 pada pukul 15.52 WIB.

Harga emas Comex kontrak Desember 2019 dibuka di zona hijau dengan kenaikan 7,0 poin atau 0,47 persen di level US$1.510,90 per troy ounce.

 

Sengketa Perdagangan Kembali Jadi Penekan, Mayoritas Bursa Asia Melemah

Mayoritas bursa saham Asia melemah pada perdagangan Rabu (9/10/2019) karena sengketa perdagangan dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan China tidak menunjukkan tanda akan segera berakhir.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,61 persen, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah 0,3 persen dan 0,61 persen. Indeks Hang Seng melemah 0,61 persen.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ditutup berbalik menguat masing-masing 0,39 persen dan 0,14 persen setelah emiten perbankan dan real estat  melonjak.

Kurva yield obligasi Treasury AS menguat setelah Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga lebih lanjut dan dimulainya kembali pembelian obligasi untuk mengatasi lonjakan dalam suku bunga pasar uang.

Dilansir Reutersa, AS dan China terlibat dalam pertikaian selama satu tahun yang perlahan-lahan meluas di luar kebijakan perdagangan, menunjukkan lebih banyak tekanan pada ekonomi global yang sudah rapuh.

 

Kinerja Emiten Positif, Bursa Eropa Menguat di Awal Perdagangan

Kinerja emiten yang positif mendorong bursa saham Eropa pada awal perdagangan hari ini, Rabu (9/10/2019) setelah penurunan 1 persen pada perdagangan sebelumnya.

Namun, sentimen masih lemah karena investor menantikan pembicaraan perdangangan penting antara AS dan China pekan ini serta keraguan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan berjalan mulus.

Indeks Stoxx Europe terpantau menguat 0,3 persen pada awal perdagangan, dengan hampir seluruh indeks utama menguat, dipimpin oleh indeks saham Jerman.

Indeks blue-chip FTSE 100 Inggris mencatat kinerja negative buruk setelah poundsterling melonjak menyusul laporan bahwa Uni Eropa siap untuk menyetujui konsesi utama dalam negosiasi Brexit.

 

Geopolitik di Timteng Memanas, Harga Minyak Malah Terpeleset

Harga minyak mentah berjangka tergelincir pada Rabu (9/10/2019), karena Amerika Serikat memasukan perusahaan-perusahaan China dalam daftar hitam (blacklist). Langkah itu dinilai mengurangi harapan kesepakatan dagang antar kedua negara.

Kendati kerusuhan di Irak dan Ekuador memberikan dukungan bagi harga minyak untuk menguat.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,23% atau 0,12 poin ke posisi US$52,51 per barel, pukul 14:57 WIB, sedangkan harga minyak mentah Brent turun 0,21% atau 0,12 poin ke posisi US$58,12 per barel.

Harga minyak sedikit memperpanjang penurunan setelah data American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak AS naik 4,1 juta barel pada pekan lalu, jauh melewati 1,4 juta yang diperkirakan oleh para analis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top