Bisnis Underwriter IPO: Mirae Asset Sekuritas Indonesia Bakal Boyong 2 Emiten Baru Lagi

PT Mirae Asset Sekuritas telah mengantarkan tiga perusahaan untuk menjadi emiten di bursa, yaitu PT Hensel Davest Indonesia Tbk., PT Kencana Energy Lestari Tbk., dan terbaru PT Trinitan Metals and Minerals Tbk.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  12:01 WIB
Bisnis Underwriter IPO: Mirae Asset Sekuritas Indonesia Bakal Boyong 2 Emiten Baru Lagi
Pengunjung beraktivitas di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Mirae Asset Sekuritas akan memboyong dua perusahaan lagi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada kuartal IV/2019 ini.

Director of Investment Banking Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi menyampaikan bahwa salah satu perusahaan akan go public lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 15 Oktober 2019, yaitu PT Itama Ranoraya Tbk.

"Kemudian nanti ada satu [calon emiten] lagi, perusahaan properti mungkin [listing] pada akhir kuartal IV/2019, nilainya masih belum dapat disampaikan," kata Mukti di Gedung BEI, Rabu (9/10/2019).

Sejauh ini, perusahaan sekuritas asal Korea Selatan itu telah mengantarkan tiga perusahaan untuk menjadi emiten di bursa, yaitu PT Hensel Davest Indonesia Tbk., PT Kencana Energy Lestari Tbk., dan terbaru PT Trinitan Metals and Minerals Tbk.

Adapun dengan pergerakan pasar yang sedang volatil, Mukti menyampaikan bahwa kondisi saat ini cukup menantang. Kendati demikian, dirinya optimistis penyerapan saham IPO masih memiliki pasar tergantung dari prospek keberlangsungan bisnis calon emiten tersebut.

"Banyak faktor yang menjadi kunci sukses dari suatu IPO. Kondisi pasar adalah salah satunya. Kalau pasar sedang membaik tentunya penyerapannya juga akan baik," jelas Mukti.

Dirinya mengungkapkan, dengan pertimbangan kondisi pasar dan persiapan internal, bahkan salah satu perusahaan yang ingin menghimpun dana hingga lebih dari Rp1 triliun lewat IPO bersama Mirae Asset Sekuritas Indonesia telah menunda proses go public hingga tahun depan.

"[IPO] di atas Rp1 triliun mungkin ada tapi masih di-pending ya tahun depan," kata Mukti.

Sementara itu, untuk pencatatan di papan akselerasi, Mukti mengatakan beberapa calon emiten sempat menanyakan tentang prosedur pencatatan saham lewat papan terbaru itu.

Dari sisi obligasi, Mirae Asset Sekuritas saat ini sedang memproses penerbitan satu surat utang. Mukti mengklaim, masih banyak perusahaan yang melihat kondisi pasar dan suku bunga sebelum memutuskan untuk menerbitkan instrumen tersebut.

"Kami sudah ada beberapa yang sudah selesai, sekarang ada satu yang masih jalan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, mirae

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top