AKSI EMITEN 2 OKTOBER: ANTM Pacu Ekspor Bijih Nikel, HRTA Segera Rilis Surat Utang Rp1 Triliun

Berita mengenai PT Aneka Tambang Tbk yang memacu kuota ekspor bijih nikel serta rencana PT Hartadinata Abadi Tbk merilis surat utang menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (1/10/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  09:05 WIB

 Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai PT Aneka Tambang Tbk yang memacu kuota ekspor bijih nikel serta rencana PT Hartadinata Abadi Tbk merilis surat utang menjadi topik halaman market dan korporasi edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (1/10/2019).

Berikut perincian topiknya:

 

ANTM Pacu Ekspor Bijih Nikel. PT Aneka Tambang Tbk. akan memaksimalkan kuota ekspor bijih nikel yang dimiliki perseroan pada tahun ini menyusul akselerasi larangan komoditas tersebut pada 2020. Adapun, pemerintah menetapkan ketentuan dan peraturan larangan ekspor bijih nikel lebih cepat menjadi 1 Januari 2020. Aturan tersebut dipercepat dari rencana sebelumnya yang akan diterapkan pada 2022.

HRTA Segera Rilis Surat Utang Rp1 Triliun. PT Hartadinata Abadi Tbk. mengantongi persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp1 triliun dan menjaminkan sebagian besar atau seluruh aset perseroan yang terkait dengan penerbitan obligasi.

Likuiditas Pasar Modal Bakal Terkerek. Langkah pemerintah yang berencana untuk melakukan investasi, baik secara langsung maupun dengan menanamkan modalnya di instrumen surat utang dan saham, seiring dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 63/2019 diharapkan mampu mengerek likuiditas pasar.

Mengukur Target Ambisius SSIA. Belum genap kuartal III/2019 berakhir, emiten properti, PT Surya Semesta Internusa Tbk., sudah berasumsi top line tahun ini akan naik sekitar 13,88%. Peningkatan itu utamanya disumbang oleh penjualan lahan industri.

Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa Erlin Budiman mengatakan pada awalnya perseroan memiliki target pendapatan Rp3,9 triliun pada tahun ini, naik 10% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu Rp3,68 triliun.

CITA Genjot Produksi Bauksit. PT Cita Mineral Investindo Tbk. telah memproduksi bauksit olahan atau metalurgical grade bauxite sebesar 3,7 juta ton, dari target 9 juta ton. Adapun, target tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi produksi pada 2018 yakni 4,8 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top