Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Akan Hadapi Proses Pemakzulan, Saham AS Berguguran

Indeks utama AS yang dibuka lebih tinggi pada perdagangan kemarin waktu setempat, jatuh ke titik merah menyusul data kepercayaan konsumen yang melemah akibat perang dagangan AS-China yang telah merusak sentien pasar karena kenaikan tarif impor.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 September 2019  |  06:36 WIB
Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat mengumumkan penyelidikan untuk pemakzulan Presiden AS Donald Trump, Selasa (24/9/2019). -
Ketua DPR AS Nancy Pelosi saat mengumumkan penyelidikan untuk pemakzulan Presiden AS Donald Trump, Selasa (24/9/2019). -

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham perusahaan AS di bursa Wall Street jatuh setelah Kongres secara resmi mengumumkan rencana penyelidikan untuk proses pemakzulan Presiden Donald Trump, sedangkan nilai tukar poundsterling Inggris menguat setelah putusan pengadilan meredupkan peluang untuk Brexit tanpa kesepakatan.

Indeks utama AS yang dibuka lebih tinggi pada perdagangan kemarin waktu setempat, jatuh ke titik merah menyusul data kepercayaan konsumen yang melemah akibat perang dagangan AS-China yang telah merusak sentien pasar karena kenaikan tarif impor.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada 26.807,77, atau melemah 142,22 poin (0,53%).

Sementara itu Indeks S&P 500 berbasis luas merosot 25,18 poin (0,84%) dan ditutup pada posisi 2.966,60, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq merosot 118,83 poin (1,46%) menjadi 7.993,63.

Kekhawatiran tentang perdagangan semakin meningkat ketika Trump, dalam pidato PBB, mengadopsi garis keras tentang China menjelang pembicaraan perdagangan tingkat tinggi bulan depan.

Pada bagian lain, Presiden AS bersikap defensif ketika para pemimpin Partai Demokrat mengisyaratkan akan melakukan penyelidikan pemakzulan.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Setelah pasar ditutup, pemimpin Partai Demokrat Nancy Pelosi secara resmi mengumumkan penyelidikan pemakzulan atas Trump.

Partai Demokrat menuduh Trump melakukan penyalahgunaan kekuasaan dengan menekan Presiden Ukraina melakukan penyelidikan atas dugaan kasus korupsi terhadap penantang utamanya Joe Biden bersama putranya, Hunter Biden.

Art Hogan, kepala strategi pasar National Securities, mengatakan dorongan terhadap pemakzulan menambah kegelisahan investor.

“Artinya pasar tidak memiliki kepastian dan kemungkinan kepercayaan konsumen berkurang,” ujarnya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (25/9/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street Donald Trump
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top