Kinerja Garuda Indonesia (GIAA) Diprediksi Lebih Baik pada Semester 2

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun dalam risetnya menyebutkan bahwa meskipun tren pada tahun ini jumlah pengangkutan penumpang Garuda Indonesia menurun, namun profitabilitas perseroan diproyeksikan lebih tebal dari segmen penumlang dan kargo.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 23 September 2019  |  22:15 WIB
Kinerja Garuda Indonesia (GIAA) Diprediksi Lebih Baik pada Semester 2
Garuda Indonesia. - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akan lebih pada semester II/2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan semester I/2019.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun dalam risetnya menyebutkan bahwa meskipun tren pada tahun ini jumlah pengangkutan penumpang Garuda Indonesia menurun, namun profitabilitas perseroan diproyeksikan lebih tebal dari segmen penumlang dan kargo.

Memasuki periode semester II/2019, dia menilai akan terjadi permintan jumlah pengakutan yang dapat membuat jumlah penumpang yang diangkut lebih banyak dibandingkan dengan periode sebelumanya. Hal tersebut disebabkan oleh periode musiman untuk penumpangi pesawat terbang.

Selain itu, pada semester II/2019, harga bahan bakan minyak atau avtur yang digunakan oleh maskapai pesawat terbang diprediksi akan lebih stabil dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga dapat membuat profitabilitas perseroan lebih tebal.

“Kami percaya kinerja keuangsn GIAA pada semester II/2019 akan lebih baik dibandingkan dengan semester II/2018 dan semester I/2019,” sebutnya.

Pada Juli 2019, jumlah penumpang dan kargo yang diangkut GIAA turun masing-masing 20,3 persen dan 23,6 persen secara year on year. Dia menilai intervensi pemerintah dalam kisruh harga tiket masih memiliki pengaruh yang terbatas untuk perseroan.

Sementara itu, pada Juli 2019, penggunaan bahan bakar GIAA turun 13,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, sejak awal Juli 2019, kondisi harga minyak dunia terpantau stabil.

“Dengan demikian, kami sangat yakin bahwa perseroan akan mendapatkan margin yang lebih tebal pada kuartal III/2019,” ungkapnya.

Adapun, Mirae Asset Sekuritas Indknesia mempertahankan rekomendasi beli untuk saham GIAA dengan target harga Rp690 per saham. Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang tahun berjalan saham GIAA telah menguat 82,89 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, giaa

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top