Pasokan Naik, Harga Gas Alam Kian Merana

Pasokan yang lebih besar dari perkiraan menekan harga gas alam.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 20 September 2019  |  16:27 WIB
Pasokan Naik, Harga Gas Alam Kian Merana
Kapal tanker Liquefied Natural Gas (LNG) terlihat menuju pembangkit listrik di Futtsu, Tokyo, Jepang, Senin (13/11/2017). - Reuters/Issei Kato

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga gas alam berjangka AS sudah jatuh hampir 4 persen pada perdagangan Kamis (19/9/2019) waktu setempat, karena persediaan gas lebih besar dari perkiraan.

Di sisi lain, permintaan atas komoditas tersebut justru diproyeksi lebih rendah.

Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan hingga Jumat (20/9/2019) pukul 14.09 WIB, harga gas alam di New York Mercantile Exchange melemah tipis 0,12 persen ke posisi US$2,54 per mmBtu.

US Energy Information Administration (EIA) menyatakan sejumlah utilitas menambahkan 84 miliar kaki kubik (bcf) gas ke pasokan selama pekan yang berakhir pada 13 September 2019. Jumlah tersebut lebih besar dari perkiraan analis, sebanyak 78 bcf selama pekan lalu dan 82 bcf untuk rata-rata 5 tahun.

Kenaikan tersebut meningkatkan stok gas alam AS menjadi 3,1 triliun kaki kubik (tcf), 2,4 persen di bawah rata-rata 5 tahun dari 3,17 tcf sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, Goldman Sachs memperkirakan gas alam kemungkinan menjadi pecundang di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Pasalnya, lonjakan harga minyak mentah mendorong produsen meningkatkan produksi dari ladang serpih (shale oil field).

Para analis di New York yang dipimpin oleh Samantha Dart mengatakan efek dari memompa lebih banyak minyak di ladang serpih tersebut memunculkan tambahan gas yang mengalir dari sumur sebagai produk sampingan.

"Kenaikan berkelanjutan dalam harga minyak mentah bisa berakhir memiliki dampak bearish pada keseimbangan gas alam," tulis para analis tersebut.

Sementara itu, IHS Markit memproyeksi kelebihan pasokan gas alam AS akan mendorong harga rata-rata secara riil di acuan Henry Hub melemah. Kelebihan pasokan tersebut diproyeksikan datang dari jaringan pipa baru yang akan memungkinkan lonjakan produksi gas baru, terkait dengan produksi minyak di cekungan Permian di Texas Barat dan New Mexico bagian timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas alam

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top