Kurs Tengah Turun 14 Poin, Rupiah Paling Melemah di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (20/9/2019) di level Rp14.085 per dolar AS, menguat 14 poin atau 0,1 persen dari posisi Rp14.099 pada Kamis (19/9).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 September 2019  |  11:40 WIB
Kurs Tengah Turun 14 Poin, Rupiah Paling Melemah di Asia
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (20/9/2019) di level Rp14.085 per dolar AS, menguat 14 poin atau 0,1 persen dari posisi Rp14.099 pada Kamis (19/9).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.155 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.015 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.073 per dolar AS pada pukul 11.06 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sebelumnya dibuka melemah 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.090 per dolar AS. Adapun pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (19/9), nilai tukar rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.060 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.069-Rp14.090 per dolar AS.

Rupiah melemah paling tajam di saat mayoritas mata uang lainnya di Asia juga bergerak menguat, dipimpin oleh won Korea Selatan yang menguat 0,35 persen, disusul rupee India yang naik 0,29 persen.

 

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Pergerakan (persen)

Won Korea Selatan

+0,35

Rupee India

+0,29

Ringgit Malaysia

+0,29

Yuan offshore

+0,28

Dolar Singapura

+0,22

Baht Thailand

+0,15

Yuan China

+0,13

Yen Jepang

+0,13

Dolar Taiwan

+0,03

Peso Filipina

+0,01

Dolar Hong Kong

-0,05

Rupiah

-0,09

 

Dilansir Bloomberg, mata uang Asia sebagian besar menguat dengan fokus pasar beralih ke pembicaraan perdagangan antara pejabat AS dan China sebelum diskusi tingkat tinggi dimulai bulan depan.

Sebagian besar mata uang regional masih menuju penurunan mingguan setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Sementara itu, Bank Sentral China menurunkan suku bunga pinjaman sebagai tanda kondisi moneter masih longgar. Suku bunga pinjaman bank satu tahun ditetapkan pada 4,2 persen untuk September dari 4,25 persen pada Agustus

“Setelah kesibukan keputusan bank sentral minggu ini, perhatian kemungkinan akan beralih ke pembicaraan perdagangan China-AS,” kata Ken Cheung, kepala analis valas di Mizuho Bank, seperti dikutip Bloomberg.

“Pelonggaran oleh bank sentral global minggu ini agak mengecewakan dan membebani selera risiko,” tambahnya.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,04 persen atau 0,04 poin ke level 98,232 pada pukul 11.13 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,067 poin atau 0,07 persen ke level 98,339, setelah pada akhir perdagangan Kamis (19/9) ditutup dengan pelemahan 0,289 poin atau 0,29 persen ke level 98,272.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar AS bergerak pada kisaran 98,223-98,356.

 

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs

20 September

14.085

19 September

14.099

18 September

14.080

17 September

14.100

16 September

14.020

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top