Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah Rupiah Melemah 19 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (19/9/2019) di level Rp14.099 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,13 persen dari posisi Rp14.080 pada Rabu (18/9).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 September 2019  |  11:49 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (19/9/2019) di level Rp14.099 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,13 persen dari posisi Rp14.080 pada Rabu (18/9).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.169 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.029 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 26 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.093 per dolar AS pada pukul 11.14 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sebelumnya dengan pelemahan 34 poin atau 0,24 persen ke level Rp14.101 per dolar AS, setelah ditutup menguat 33 poin atau 0,23 persen ke level Rp14.067 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (18/9).

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.099-Rp14.105 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia juga bergerak melemah, dipimpin oleh won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,38 persen.

 

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Yen Jepang107,87+0,053
Dolar Hong Kong7,8263+0,05
Rupee India71,2+0,05
Dolar Taiwan30,997-0,06
Baht Thailand30,573-0,06
Peso Filipina52,244-0,16
Rupiah14.094-0,19
Yuan China7,1021-0,23
Yuan offshore7,1027-0,27
Ringgit Malaysia4,1975-0,28
Dolar Singapura1,3788-0,28
Won Korea Selatan1.196-0,38

 

Dilansir Bloomberg, mata uang Asia turun setelah pembuat kebijakan AS terpecah mengenai perlunya pelonggaran moneter lebih lanjut setelah penurunan suku bunga pada hari Rabu.

Federal Reserve menurunkan suku bunga utama mereka untuk kedua kalinya tahun ini, sedangkan Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa langkah kebijakan "moderat" cukup untuk mempertahankan ekspansi AS.

The Fed menegaskan bahwa mereka tidak ingin suku bunga pasar uang AS naik lagi seperti yang mereka lakukan awal pekan ini, dan mengumumkan akan menyuntikkan likuiditas ke pasar keuangan.

“Upaya The Fed tidak cukup mengingat kedalaman masalah yang berkembang dan perataan kurva mendukung pandangan itu, kata Sue Trinh, direktur pelaksana analisis makro global Manulife Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,095 poin atau 0,1 persen ke level 98,466 pada pukul 10.57 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,009 poin atau 0,01 persen ke level 98,570 pada pukul 07.58 WIB, setelah pada akhir perdagangan Rabu (18/9) ditutup dengan penguatan 0,3 atau 0,31 persen ke level 98,561.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar AS bergerak pada kisaran 98,452-98,623. 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

TanggalKurs
19 September14.099
18 September14.080
17 September14.100
16 September14.020
13 September13.950

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bank indonesia
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top