Gunung Raja Paksi (GGRP) Gandeng Perusahaan Baja China, Siapkan 7 Proyek Bersama

Nilai proyek kerja sama yang dilakukan mencapai Rp9,76 triliun.
Direksi PT Gunung Raja Paksi Tbk. berfoto bersama setelah produsen lembaran baja itu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/9/2019)./Bisnis-Azizah Nur Alfi
Direksi PT Gunung Raja Paksi Tbk. berfoto bersama setelah produsen lembaran baja itu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/9/2019)./Bisnis-Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Gunung Raja Paksi Tbk. bakal bekerja sama dengan perusahaan baja dari China usai resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/9/2019).
 
Presiden Direktur Gunung Raja Paksi Alouisius Maseimilian mengatakan perseroan telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan baja terbesar dari China. Penandatanganan kerja sama dijadwalkan pada Oktober 2019 dan kemitraan diperkirakan berjalan efektif pada 2020.

Dia menyebutkan sedikitnya ada tujuh proyek dalam pipeline produsen lembaran baja itu yang akan digarap dalam kerja sama ini. Investasi untuk sejumlah proyek itu mencakup mesin senilai 220 juta euro dan konten lokal senilai US$450 juta, sehingga total nilai proyek mencapai sekitar Rp9,76 triliun. 
 
"Ada beberapa yang sedang dalam masterplan kami, misal light section mill dan [mesin] yang bisa menghasilkan plate dan revamping lebih cepat," papar Alouisius dalam konferensi pers usai Initial Public Offering (IPO). 
 
Didukung pengalaman perusahaan baja China tersebut, dia meyakini kerja sama ini akan memberikan efisiensi yang berkelanjutan terhadap produksi baja perseroan. Saat ini, kapasitas produksi baja perseroan mencapai 2,86 juta ton per tahun. 
 
Hingga akhir 2019, perseroan menargetkan volume penjualan sebesar 1,25 juta ton. Dengan harga rata-rata baja US$724 per ton, maka penjualan diperkirakan mencapai US$906,92 juta. Adapun laba yang diincar sebesar US$26 juta.  

Pasar domestik masih mendominasi penjualan, dengan porsi sekitar 96 persen. Sekitar 43 persen di antaranya berasal dari proyek infrastruktur. 

Pada perdagangan Kamis (19/9/2019) pukul 14.15, saham GGRP telah naik 11,90% ke level Rp940. Di level harga ini, perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp11,38 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper