Aksi Jual Mereda, Emas Kembali Mengilap

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 18.10 WIB, harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,33% menjadi US$1.502,07 per troy ounce.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 September 2019  |  18:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi jual yang melanda perdagangan emas berhasil mereda pada perdagangan Kamis (12/9/2019) menjelang hasil pertemuan kebijakan European Central Bank (ECB). Namun, meredanya tensi dagang AS dan China telah membatasi penguatan.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 18.10 WIB, harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,33% menjadi US$1.502,07 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2019 di bursa Comex bergerak menguat 0,47% menjadi US$1.510,3 per troy ounce.

Adapun, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor bergerak melemah tipis 0,09% menjadi 98,556.

Asisten Wakil Presien Penelitian Komoditas SMC Comtrade Vandana Bharti mengatakan bahwa investor saat ini tengah menanti pertemuan ECB dan data CPI AS yang diperkirakan menjadi negatif sehingga dapat menjadi katalis positif untuk mendukung harga emas.

Dia juga mengatakan, pasar emas saat ini juga tampak berada di situasi short covering setelah harga menyentuh level rendah menembus level psikologis kuat.

“Tetapi, saya melihat selama masih diperdagangkan di atar US$1.490 per troy ounce, saya belum mengganggap itu sebagai jalur bearish,” ujar Vandana seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/9/2019).

Sebagai informasi, indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Agustus diperkirakan hanya meningkat 0,1%, dibandingkan dengan capaian Juli sebesar 0,3% sehingga menguatkan harapan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Selain itu, ECB juga diharapkan untuk mengisyaratkan pelonggaran kebijakan moneter, bersedia mengambil langkah untuk mendukung ekonomi yang melemah di tengah kekhawatiran Brexit.

Sementara itu, Pemerintah AS sepakat untuk menunda pengenaan tarif sebesar 5% pada impor China selama dua minggu, sedangkan China mengizinkan perusahaannya untuk melanjutkan pembelian produk pertanian AS. Sentimen tersebut berhasil membangkitkan selera investor untuk mengumpulkan aset berisiko.

Analis PT Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan dalam risetnya mengatakan bahwa harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten US$1.499 per troy ounce dan penembusan level resisten tersebut berpeluang menopang kenaikan harga emas untuk menguji level resisten selanjutnya di US$1.504 dan US$1.508 per troy ounce.

“Namun, optimisme terhadap negosiasi perdagangan AS-Tiongkok berpeluang menekan harga emas menguji level support US$1.487 sehingga penurunan lebih dalam dari level tersebut berpeluang membuat harga emas menguji level support selanjutnya di US$1.482 dan US$1.480,” tulis Yudi seperti dikutip dari publikasi risetnya, Kamis (12/9/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emas, komoditas

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top