Dibayangi Overbought, IHSG Terkoreksi Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di wilayah negatif pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (11/9/2019), saat mayoritas indeks saham di Asia menguat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 September 2019  |  12:35 WIB
Dibayangi Overbought, IHSG Terkoreksi Pada Akhir Sesi I
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di wilayah negatif pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (11/9/2019), saat mayoritas indeks saham di Asia menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun tipis 0,08 persen atau 4,97 poin ke level 6.331,7 pada akhir sesi I, setelah dibuka terkoreksi 0,03 persen atau 2,08 poin di level 6.334,59.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.328,69 – 6.346,57. Adapun pada perdagangan Selasa (10/9), IHSG berakhir menguat 0,17 persen atau 10,46 poin di level 6.336,67, reli kenaikan hari perdagangan kelima beruntun.

Empat dari sembilan sektor menetap di zona merah pada akhir sesi I, dipimpin sektor industri dasar (-0,70 persen) dan konsumer (-0,43 persen). Lima sektor lainnya menetap di zona hijau, dipimpin properti yang naik 1,25 persen.

Sebanyak 218 saham menguat, 169 saham melemah, dan 264 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang masing-masing turun 1,63 persen dan 6,23 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG.

Di sisi lain, saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang masing-masing naik 1,09 persen dan 1,94 persen menjadi penopang sekaligus membatasi pelemahan IHSG.

Berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing terpantau menguat 0,83 persen dan 1,39 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,70 persen.

Namun di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,01 persen dan 0,36 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong menanjak 1,69 persen pukul 12.17 WIB.

Reliance Sekuritas menyebutkan IHSG bergerak kembali terkonsolidasi secara teknikal dan menguji resistance upper bollinger bands.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan indikasi false break MA50 cukup kuat melihat kondisi momentum dari Indikator RSI yang telah tiba pada area overbought dan Indikator Stochastic yang mulai menjenuh.

"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.282-6.350," demikian menurut riset hariannya.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memproyeksikan investor mulai jenuh beli, sehingga IHSG terancam terkoreksi.

Menurut Nafan, level support pertama maupun kedua IHSG memiliki range pada 6.306,74 hingga 6.294,28. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.341,12 hingga 6.381 54.

“Berdasarkan indikator, MACD dan RSI menunjukkan sinyal positif. Namun, Stochastic sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli,” terangnya. 

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melemah 0,32 persen atau 1,78 poin ke level 553,4 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index melemah 0,6 persen atau 4,21` poin ke posisi 699,89 pada akhir sesi I.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah tipis 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.055 per dolar AS pukul 11.34 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif di level 14.048-14.067.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top