Rupiah Melemah, IHSG Naik Turun di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif antara zona merah dan hijau pada awal perdagangan hari ini, Rabu (11/9/2019), seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 September 2019  |  09:48 WIB
Rupiah Melemah, IHSG Naik Turun di Awal Perdagangan
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif antara zona merah dan hijau pada awal perdagangan hari ini, Rabu (11/9/2019), seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik tipis 0,08 persen atau 5,22 poin ke level 6.341,89 pada pukul 09.12 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (10/9), IHSG berakhir menguat 0,17 persen atau 10,46 poin di level 6.336,67, reli kenaikan hari kelima beruntun. Sebelum kembali naik, pergerakan indeks dibuka di zona merah dengan koreksi tipis 0,03 persen atau 2,08 poin di level 6.334,59 pagi ini.

Enam dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin tambang (+1,15 persen) dan properti (+0,78 persen). Tiga sektor lainnya bergerak di zona merah, dipimpin finansial yang melemah 0,38 persen.

Sebanyak 143 saham menguat, 49 saham melemah, dan 459 saham stagnan dari 651 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang masing-masing naik 0,73 persen dan 2,51 persen menjadi penopang utama atas pergerakan IHSG.

Sebaliknya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing turun 0,58 persen dan 0,73 persen menjadi penekan utama sekaligus membatasi kenaikan indeks.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau melemah 12 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.065 per dolar AS pada pukul 09.12 WIB, setelah berakhir terdepresiasi tipis 5 poin atau 0,13 persen di posisi 14.053 pada perdagangan Selasa (10/9).

Adapun indeks Bisnis-27 terpantau turun 0,14 persen atau 0,76 poin ke level 554,42 pukul 09.13 WIB, setelah berakhir naik 0,27 persen atau 1,52 poin di posisi 555,18 pada Selasa (11/9).

Seiring dengan pergerakan IHSG, indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing terpantau naik 0,45 persen dan 0,87 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,49 persen.

Namun di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,23 persen dan 0,52 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,38 persen pukul 09.13 WIB.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan akan kembali bergerak flat pada perdagangan hari ini di tengah minimnya sentimen positif.

Dipaparkan, bursa saham AS ditutup bervariatif dengan kecenderungan flat pada perdagangan Selasa (10/9). Sedikitnya perubahan indeks dikarenakan para pelaku pasar masih wait and see perkembangan perang dagang antara AS dan China.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan sudah terjadinya kesepakatan yang bersifat konseptual antara kedua negara.

Sinyal positif datang dari Huawei yang melepas salah satu gugatannya kepada AS setelah beberapa peralatan milik Huawei dikembalikan oleh pemerintah AS. Di sisi lain, diberitakan bahwa China akan meningkatkan pembelian produk agrikultur dari AS.

Perkembangan tersebut membuat tensi perang dagang diperkirakan melunak menjelang pertemuan kedua negara pada 1 Oktober mendatang.

“Selain itu, pasar terlihat masih menunggu keputusan Bank Central Eropa (ECB) terkait kebijakan suku bunga dan kemungkinan terjadinya stimulus yang akan diumumkan Kamis pekan ini (12/9),” papar tim riset. 

Pada Kamis pula, pelaku pasar menantikan data infasi AS bulan Agustus yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga dan potensi resesi ke depannya.

“Kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak flat menanti perkembangan ekonomi global,” lanjutnya, dilansir dari riset hariannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top