Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Sektoral Berfluktuasi, Wall Street Ditutup Mixed

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 73,92 poin atau 0,28 persen ke level 26.909,43, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,96 poin atau 0,03 persen ke 2.979,39 dan Nasdaq Composite turun 3,28 poin atau 0,04 persne ke 8.084,16.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 September 2019  |  06:48 WIB
Bursa Wallstreet - Reuters
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Seriat erakhir variatif pada perdagangna Selasa (10/9/2019) setelah reli saham energi dan industri melawan penurunan sektor teknologi dan real estat.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 73,92 poin atau 0,28 persen ke level 26.909,43, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,96 poin atau 0,03 persen ke 2.979,39 dan Nasdaq Composite turun 3,28 poin atau 0,04 persne ke 8.084,16.

Sektor industri menarik mendorong penguatan indeks Dow Jones dan memimpin kenaikan pada indeks S&P 500, sektor teknologi yang mencatat penurunan tiga hari berturut-turut menyeret indeks Nasdaq ke zona merah.

"Pergeseran minat investor ke saham yang berientasi nilai telah terjadi," kata Robert Pavlik, kepala analis investasi dan manajer portofolio senior di SlateStone Wealth LLC di New York.

"Investor mencari area pasar yang mungkin masuk akal dan berupaya mengurangi risiko dalam portofolio mereka,” lanjutnya, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, indeks harga produsen China turun bulan lalu pada laju terdalam sejak tiga tahun terakhir, terpukul oleh perang dagang AS-China yang berlarut-larut.

China diperkirakan akan membeli lebih banyak produk pertanian untuk memposisikan dirinya dalam kesepakatan perdagangan yang lebih baik, menurut laporan dari South China Morning Post.

Data dari China tersebut membebani saham teknologi yang sensitif dengan isu perang perdagangan dan ditutup turun 0,5 persen

Investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa, dengan keduanya diperkirakan menurunkan suku bunga untuk meningkatkan ekonomi global.

"Banyak orang menunggu The Fed dan bank sentral lainnya untuk menurunkan suku bunga. Tapi pikirkanlah, jika mereka memangkas suku bunga, itu berarti ekonomi mereka tidak terlalu bagus. Ini logika yang salah arah,” ungkap Pavlik

Dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500, enam di antaranya menguat, dengan sektor energi dan industri mencatat persentase kenaikan terbesar.

Saham real estat yang sensitif terhadap suku bunga mencatat penurunan terbesar, sebesar 1,4 persen.

Saham Apple Inc naik 1,2 persen setelah mengumumkan tanggal peluncuran layanan streaming Apple TV+ pada 1 November dan meluncurkan lini iPhone dan Watch terbaru mereka.

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat

IndeksLevelPerubahan
Dow Jones26.909,43+0,28 persen
S&P 5002.979,39+0,03 persen
Nasdaq8.084,16-0,04 persen

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top