KABAR PASAR: Obligasi Jadi Pilihan, Bank Berlomba di Era Industri 4.0

Berita mengenai kinerja pasar obligasi dan pembukaan rekening online menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (26/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  08:30 WIB
KABAR PASAR: Obligasi Jadi Pilihan, Bank Berlomba di Era Industri 4.0
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kinerja pasar obligasi dan pembukaan rekening online menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (26/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Obligasi Jadi Pilihan. Kinerja pasar obligasi dalam jangka pendek berpeluang mengungguli pasar saham seiring dengan sejumlah katalis positif, terutama pemangkasan suku bunga Bank Indonesia pada pekan lalu. (Bisnis Indonesia)

Pendaftaran KI Rendah. Kesadaran pelaku usaha kreatif di Indonesia untuk mendaftarkan kekayaan intelektual, khususnya desain industri masih relatif rendah. Padahal, KI merupakan salah satu modal penting bagi pengusaha untuk bisa mendapatkan keuntungan atau royalti ketika memasarkan produk kreatifnya, apakah melalui jual putus, lisensi, maupun waralaba. (Bisnis Indonesia)

Restitusi dalam Pusaran Korupsi. Penetapan empat pegawai pajak dan seorang komisaris di PT Wahana Auto Ekamarga (WHE) menambah daftar panjang perselingkuhan antara petugas pajak dan pengusaha terkait dengan restitusi. (Bisnis Indonesia)

Manufaktur & Jasa Mulai Terimbas. Dampak dari ketegangan Korea Selatan dan Jepang mulai terasa. Aktivitas bisnis yang melibatkan kedua negara di Asia Timur itu mulai melandai. Sektor yang terkena dampak paling signifikan adalah jasa serta manufaktur telekomunikasi dan otomotif. (Bisnis Indonesia)

Hasrat Putin Menjadi Pemain Utama. Rusia berencana untuk melebarkan pasar batu bara mereka, menyusul dirilisnya instruksi Presiden Vladimir Putin agar pajak ekstraksi mineral bagi industri komoditas itu ditinjau kembali. (Bisnis Indonesia)

ADHI Bidik hingga 11% Saham JTD. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berniat menambah kepemilikan saham pada entitas PT Jakarta Tollroad Development, pemegang konsesi enam ruas tol dalam kota di Jakarta. Penambahan saham ini menjadi bagian dari ekspansi perseroan di sektor jalan tol. (Bisnis Indonesia)

DKI Belum Butuh Obligasi Daerah. 2020 akan menjadi tahun sibuk buat DKI Jakarta membangun berbagai infrastruktur, seperti stadion, perumahan, dan moda transportasi. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampaknya belum tertarik melandasi salah satunya dengan dana obligasi daerah. (Bisnis Indonesia)

Bank Semakin Berlomba. Pelaku industri perbankan di Indonesia mulai serius menggarap potensi penjaringan calon nasabah secara daring (online) demi bertahan di era revolusi industri 4.0. (Bisnis Indonesia)

Smelter Alumina Beroperasi 2020. Pabrik alumina di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang ditargetkan beroperasi pada 2020. Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni mengatakan, pembangunan pabrik alumina refi - nery saat ini dalam tahap konstruksi struktur dasar dan gas plant. (Bisnis Indonesia)

Ekspor CPO ke India Terancam Safeguard. Peluang Indonesia memacu ekspor produk turunan minyak kelapa sawit mentah ke India terancam oleh pemberlakuan safeguard impor untuk komoditas perkebunan tersebut. (Bisnis Indonesia)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top