Mandiri Sekuritas Kantongi 4-5 Mandat IPO

Hal itu disampaikan oleh Direktur Mandiri Sekuritas Andy S. Bratamihardja, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu calon emiten memutuskan untuk memakai cut off buku audit Juni atau September.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  19:59 WIB
Mandiri Sekuritas Kantongi 4-5 Mandat IPO
Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—PT Mandiri Sekuritas telah mengantongi 4—5 mandat penawaran umum perdana saham atau initial public offering untuk diproses pada tahun depan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Mandiri Sekuritas Andy S. Bratamihardja, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu calon emiten memutuskan untuk memakai cut off buku audit Juni atau September.

Adapun, sampai saat ini, Andy mengaku masih belum ada calon emiten yang menyampaikan untuk menggunakan buku Juni.

“Karena kalau pakai buku Juni artinya dia [calon emiten] sebelum akhir tahun ini sudah harus selesai. Tapi, so far, belum ada,” katanya di sela-sela acara Capital Market Summit Expo 2019 di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Andy belum dapat menyampaikan nilai dana yang akan dihimpun, namun ia mengklaim total fund raising dari beberapa mandat yang sudah diterima itu bernilai besar.

Sebelumnya, perusahaan efek pelat merah tersebut masih meyakini bakal dapat membawa calon emiten untuk IPO tahun ini.

Namun demikian, di tengah jalan, beberapa calon emiten memutuskan untuk tidak jadi memakai buku audit yang dapat membuat proses IPO selesai menjelang akhir tahun.

Andy menambahkan, memang masih ada harapan untuk dapat membawa calon emiten mencatatkan saham di lantai bursa dalam sisa waktu 4 bulan ini.

Adapun tantangannya dinilai masih berasal dari sentimen eksternal yang tak dapat dikendalikan, seperti naik—turunnya tensi dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menengok sentimen domestik, imbuh Andy, sekarang ini justru kondisi makroekonomi Indonesia sangat bagus dan peluang calon emiten untuk masuk ke pasar modal juga besar.

Bahkan, pembentukan kabinet pada bulan depan diperkirakan bakal semakin membuat tingkat kepercayaan pelaku pasar meningkat.

Selanjutnya dengan tren pemangkasan suku bunga dari Bank Indonesia, Mandiri Sekuritas juga menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengambil kesempatan lock-in pricing dalam menerbitkan obligasi.

“Menurut analis kami, waktu yang tepat untuk menerbitkan [obligasi] itu antara sekarang sampai kira-kira 12—18 bulan ke depan,” imbuh Andy.

Adapun, tak adanya IPO yang diproses oleh Mandiri Sekuritas sejak awal tahun membuat laba perseroan tergerus.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, tercatat laba bersih Mandiri Sekuritas turun 19,50% ke level Rp84,23 miliar dari posisi Rp104,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati pendapatan usaha masih stabil sebesar Rp497,60 miliar pada paruh pertama tahun ini, pendapatan kegiatan penjainan emisi dan penjualan efek anjlok 61,79% menjadi Rp52,72 miliar.

“Memang [IPO] mempengaruhi, salah satu penopang bisnis kami kan underwriting. Kalau underwriting besar itu tertunda, kami harus gali lagi tahun ini dari sumber pendapatan yang mana yang bisa—paling tidak—menyamakan pencapaian dengan tahun lalu kalau tidak lebih baik,” tutur Andy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mandiri sekuritas, ipo

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top