Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Dorong Persaingan Sehat antara Pasar Modal dan Perbankan

Menko Perekonomian Darmin Nasution mendukung adanya persaingan sehat antara pasar modal dan perbankan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.
Lorenzo Mahardhika
Lorenzo Mahardhika - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  10:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Kanan) membaca salah satu brosur calon emiten pada acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/8/2019). (Bisnis - Lorenzo Mahardhika)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Kanan) membaca salah satu brosur calon emiten pada acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/8/2019). (Bisnis - Lorenzo Mahardhika)

Bisnis.com,JAKARTA - - Menko Perekonomian Darmin Nasution mendukung adanya persaingan sehat antara pasar modal dan perbankan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dia ungkapkan saat menghadiri acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Darmin mengatakan, meskipun pasar modal dan perbankan berada di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dia mendukung kedua pihak untuk terus berinovasi, baik dari segi layanan maupun kebijakan.

"Jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan harga dan pelayanan yang kompetitif," katanya.

Dia juga meminta pasar modal untuk menjaring lebih banyak pemilik UMKM. Pasar modal, kata Darmin, seharusnya dapat menghasilkan target pembiayaan dengan cost yang lebih murah.

"Karena marginnya cukup besar. Jadi, pasar modal dapat masuk untuk melengkapi perbankan," terangnya.

Darmin melanjutkan, sejak diaktifkan kembali pada 15 Agustus 1972, sejumlah perubahan dan inovasi telah dilakukan oleh Pasar Modal Indonesia guna mempermudah akses ke pasar modal dalam usahanya mendukung pertumbuhan ekonomi.

Salah satu perubahan yang dilakukan adalah mempermudah calon emiten yang hendak go public dengan mempercepat prosedur perizinan Initial Public Offering (IPO). Pasar modal juga telah membuat sistem IPO daring guna mempermudah akses ke pasar modal.

"Inovasi produk sangat penting untuk terus memperdalam pasar keuangan negara," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top