Ini Alasan Penawaran Investor dalam Lelang SUN Menyusut

Lelang surat utang negara (SUN) disebut kurang ramai karena penawaran masuk hanya menyentuh Rp26,5 triliun meskipun angka ini lebih besar dari target indikatif Pemerintah yakni Rp15 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  16:49 WIB
Ini Alasan Penawaran Investor dalam Lelang SUN Menyusut
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Lelang surat utang negara (SUN) disebut kurang ramai karena penawaran masuk hanya menyentuh Rp26,5 triliun meskipun angka ini lebih besar dari target indikatif Pemerintah yakni Rp15 triliun.

Dalam hasil riset hariannya, Rabu (14/8/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan lebih sepinya lelang SUN yang digelar Pemerintah kemarin karena tekanan eksternal yang meningkat.

Menurutnya, tekanan krisis Argentina terasa hingga pasar berkembang meskipun kondisi internal Indonesia cenderung stabil. Akibat tekanan tersebut, pelaku pasar pada akhirnya enggan menanggung risiko yang lebih besar sehingga menarik uangnya dari pasar di negara berkembang.

Imbasnya, rupiah melemah pada perdagangan sebelumnya kendati Bank Indonesia telah melakukan intervensi terhadap rupiah dan pasar obligasi.

"Akibat tekanan global yang terjadi kemarin, impact-nya juga terasa hingga lelang surat utang yang terjadi kemarin yang di mana total penawaran yang masuk hanya Rp26,5 triliun, jauh lebih rendah daripada biasanya," ujarnya.

Seperti diketahui, dari hasil lelang penawaran yang masuk menyentuh Rp26,5 triliun. Padahal, lelang sebelumnya yang digelar pada akhir Juli mampu menarik masuk penawaran hingga Rp43,7 triliun dan Rp53,14 triliun pada lelang yang digelar pada pekan kedua Juli 2019.

Adapun, dari hasil lelang kemarin, dana yang diserap Pemerintah sebesar Rp15 triliun. Sementara itu, seri yang menjaring penawaran tertinggi yakni seri FR0081 dan FR0082 dengan nilai penawaran masuk masing-masing sebesar Rp6,123 triliun dan Rp8,715 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top