Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Bara dalam Sekam di Tubuh Jababeka (KIJA)

14 Agustus 2019 | 07:04 WIB
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. sedang dililit konflik internal. Perubahan manajemen perseroan menjadi pangkal munculnya permasalahan.

Bisnis.com, JAKARTA - Gelaran rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 26 Juni 2019 menjadi pemantik prahara di tubuh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Sejak itu, konflik pergantian manajemen, keresahan investor, hingga risiko gagal bayar senior notes terus  bergulir bak bola liar.

RUPST itu membahas lima mata acara. Mata acara pertama hingga keempat membahas hal yang biasa-biasa saja. Mulai dari pengesahan laporan keuangan 2018, penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik independen, hingga penetapan gaji dan tunjangan lainnya.

Justru mata acara kelima yang  punya efek domino. Pasalnya, mata acara kelima dalam RUPST emiten properti dan kawasan industri itu membahas tentang perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris.

Dalam rapat yang dihadiri oleh 90,43% pemegang saham, dua investor institusi emiten bersandi KIJA itu mengusulkan pengangkatan Sugiharto sebagai Direktur Utama menggantikan Tedjo Budianto Liman dan Aries Liman sebagai komisaris merangkap komisaris independen.

Usulan itu disampaikan oleh PT Imakotama Investindo yang menggenggam 6,38% saham KIJA dan Islamic Development Bank yang mengantongi 10,84% saham KIJA.

Keputusan diambil dengan cara voting. Hasilnya, 52,11% pemegang saham yang hadir menyetujui usulan duo Imakotama dan IDB, sedangkan 47,88% tidak setuju.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top