Pilarmas Investindo Sekuritas: Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

Sentimen yang memengaruhi perdagangan obligasi hari ini yaitu perang dagang AS-China di mana Trump bakal menunda pengenaan tarif pada produk makanan dan notebook hingga Desember.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  09:42 WIB
Pilarmas Investindo Sekuritas: Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Pasar obligasi pada perdagangan hari ini, Rabu (14/8/2019) berpotensi melemah terbatas. Simak beberapa sentimennya.

Dikutip dari hasil riset hariannya, Rabu (14/8/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan beberapa sentimen yang memengaruhi perdagangan hari ini yaitu perang dagang AS-China di mana Trump bakal menunda pengenaan tarif pada produk makanan dan notebook hingga Desember.

Hal itu dilakukan setelah pembicaraan tingkat atas terjadi melalui sambungan telepon. Dengan demikian, produk yang dikenakan tarif pada September dibagi dalam beberapa kategori. Sebagai contoh, produk pertanian, barang antik, pakaian, peralatan dapur, dan alas kaki akan tetap berada dalam daftar kenaikkan yang akan diberikan pada pukul 1 September dengan nilai total lebih dari US$110 miliar.

Sementara itu, produk yang lain seperti, smartphone, notebook, dan mainan anak-anak dengan nilai sekitar US$160 miliar, akan dikenakan tarif setelah tanggal 15 Desember. Dengan demikian, secara total, terdapat produk yang tak masuk dalam daftar dengan nilai US$2 miliar.

Hal itu, katanya, menjadi sentimen positif di tengah krisis Argentina yang berdampak terhadap Indonesia.

"Pagi ini pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas," ujarnya.

Sentimen berikutnya berasal dari Bank Sentral Eropa yang akan memangkas tingkat suku bunga. Hal itu disampaikan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi untuk memangkas tingkat suku bunga pada bulan depan.

Berdasarkan prediksi yang beredar, bobot penurunan suku bunga sebesar 10 basis poin atau 0,5%. Menurut Maximilianus, peluang pemangkasan suku bunga tergolong cukup lebar. Kendati demikian, sinyal pemangkasan bakal menguat setelah The Fed melakukan pemangkasan suku bunga acuannya.

Dengan kondisi tersebut, dia merekomendasikan agar investor melakukan aksi jual guna mengantisipasi pembalikan arah akibat sentimen sementara.

"Kami merekomendasikan jual hari ini waspadai pembalikkan arah yang mungkin hanya menjadi sentiment sesaat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top