Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Pelebaran CAD, BI Jamin Stabilitas Nilai Tukar

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa selain menjaga stabilitas nilai tukar, yang harus dijaga adalah suplai likuiditas di market untuk mengantisipasi pelebaran current account deficit (CAD).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  16:29 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti. - ANTARA/Puspa Perwitasari
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti. - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia akan menjaga agar defisit transaksi berjalan tidak melebar hingga 3 persen dari PDB dengan menjamin stabilitas nilai tukar di tengah perang dagang Amerika Serikat vs China.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa selain menjaga stabilitas nilai tukar, yang harus dijaga adalah suplai likuiditas di market untuk mengantisipasi pelebaran current account deficit (CAD).

“Karena kalau mau dorong ekspor dan meredam impor, satu hal yang sangat menentukan adalah stabilitas nilai tukar,” kata Destry, Minggu (11/8/2019).

Menurutnya, apabila nilai tukar terlalu terimbas dengan perang dagang maka tidak akan menguntungkan bagi eksportir. Selain itu, BI juga akan mengimbau para eksportir untuk membawa devisa ke Indonesia.

“Sebab devisa itu untuk pembangunan dan pembiayaan impor,” jelasnya.

Ke depan, Destry menjanjikan akan terus menjaga CAD di ambang batas 3 persen. Namun, dengan kondisi perang dagang antara AS dan China yang merupakan partner dagang utama Indonesia, perlu bauran kebijakan moneter dan makroprudensial.

Apalagi saat ini kondisi inflasi dan nilai tukar terpantau stabil. “Kebijakan moneter melonggar, artinya ini arahnya dovish. BI juga membuka ruang untuk melonggarkan kebijakan,” sambungnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur pada Agustus, Gubernur BI Perry Warjiyomenyatakan akan kembali membahas bauran kebijakan tersebut. Salah satu fokusnya adalah soal perang kurs.

“Ini adalah reaksi dari Tiongkok untuk mengurangi impor Amerika baik garmen maupun produk pertanian. Dampak lain pada nilai tukar adalah resiko Brexit,” katanya.

Dia menyebut BI akan tetap berada di pasar untuk memberi jaminan kepada investor bahwa pihaknya selalu bersinergi dengan pemerintah, sehingga bisa mencapai stabilitas makroekonomi dan nilai tukar untuk menjaga CAD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia nilai tukar rupiah
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top